Page 183 - Final Sejarah Wilayah Perbatasan
P. 183

Peta 18. Wilayah Kedaulatan dan Yurisdiksi NKRI berdasarkan UNCLOS
                            Sumber : BIG. Asep Karsidi, dkk. 2013, hlm. xx


                            pengelolaannya, Malaysia merasa memiliki kedua pulau  itu , sedangkan  berdasarkan
                            historisnya, Indonesia merasa pulau ini menjadi milik Indonesia.

                            Kedua pulau  itu meskipun sudah ada gejala konflik pada 1969 baru pada 1989 itu
                            dibicarakan di tingkat kepala negara. Presiden Soeharto dan Perdana Menteri Mahatir
                            Muhamad bersepakat untuk membentuk komisi bersama yang mengarah pada kerja
                            sama kedua negara untuk mengelola kedua pulau itu. Namun, setelah berulang kali
                            diadakan pertemuan, ternyata mengalami kemacetan. Akhirnya, pada saat kunjungan
                            Presiden  Soeharto ke Kuala  Lumpur pada  6—7 Oktober1996 dan  pada  31 Mei
                            1997 kedua belah pihak sepakat untuk membawa masalah Sipadan dan Ligitan ke
                            Mahkamah  Internasional  PBB. Permasalahan ini  belum juga terselesaikan ketika
                            Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden RI pada Mei 1998.
                            (Wulandari, dkk. 2009).

                            Dengan disepakatinya Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) yang mengakomodasi
                            batas 200 mil laut dari garis lurus pulau-pulau, hal itu  sangat menguntungkan pihak
                            Indonesia. Indonesia meratifikasi Konvensi Hukum Laut PBB dengan mengesahkan
                            Undang-Undang Republik  Indonesia  Nomor  17 Tahun 1985 tentang Pengesahan
                            United Nations Convention of the Law on the Sea (Konvensi Perserikatan Bangsa-
                            Bangsa tentang Hukum Laut pada 31 Desember 1985).

                            Sejak  Indonesia  memberlakukan  Konvensi  Hukum Laut Indonesia  yang  tertuang
                            dalam  Deklarasi Djuanda sampai dengan disahkannya Konvensi PPP tentang Hukum
                            Laut, Indonesia telah melakukan 15 perjanjian batas maritim dengan negara-negara
                            tetangga. Perjanjian itu antara lain adalah sebagai berikut.


              166                                              Sejarah Wilayah Perbatasan  Kepulauan Natuna
   178   179   180   181   182   183   184   185   186   187   188