Page 187 - Final Sejarah Wilayah Perbatasan
P. 187

Undang-undang tentang Landas Kontinen  Indonesia  ini  memberi dasar bagi
                            pengaturan eksplorasi serta penyelidikan ilmiah atas kekayaan alam yang terkandung
                            di dalam landas kontinen termasuk masalah yang ditimbulkannya (Karsidi,  Sutisna,
                            Poniman: Badan Informasi Geospasial, 2013).

                            Jika menyadari akan pentingnya perairan Natuna bagi pertahanan dan keamanan
                            Indonesia,  dan berdasarkan  Konvensi  Hukum Laut Internasional  memberikan
                            kemungkinan bahwa penarikan garis pangkal lurus diperbolehkan sampai dengan
                            100 mil laut,  pada 1998 Indonesia melakukan penutupan kantong perairan Natuna
                            dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun 1998. Berdasarkan
                            peraturan pemerintah  tersebut, wilayah  kedaulatan  negara  bertambah  luas,  tanpa
                            ada satu negara pun yang memprotesnya. Dengan peraturan pemerintah itu  pula,
                            kantong-kantong perairan di Kepulauan Natuna tertutup sudah sehingga di kepulauan
                            tersebut tidak terdapat kantong-kantong perairan internasional yang dapat dilewati
                            oleh pelayaran asing.

                            Pada 17 Agustus 2010 bertepatan dengan HUT Kemerdekaan yang ke-55 Republik
                            Indonesia, Indonesia memperoleh hadiah berupa penambahan wilayah seluas 4.209
                            km  yang terletak di sebelah barat Pulau Sumatra. Perolehan penambahan luas wilayah
                               2
                            itu  diperoleh atas jerih payah perwakilan Indonesia dalam sidang United Nations
                            to the Comission on the Limits of the Continental Shelf (UNCLCS) di New York
                            yang diselenggarakan pada 17 Agustus 2010. Hingga 2019 luas wilayah Indonesia
                            sama dengan kondisi pada 2010. Permasalahan yang ada adalah bagaimana bangsa
                            Indonesia dapat mempertahankan luas wilayahnya dalam menghadapi ancaman dari
                            pihak asing.




                            E.  Pelanggaran Wilayah Kedaulatan RI

                            Dengan luas wilayah yang demikian besar, wilayah Indonesia sangat rentan terhadap
                            pelanggar wilayah kedaulatan. Pelanggar wilayah ini berasal dari darat, laut, dan udara.
                            Kepala Staf Angkatan Udara Republik Indonesia mencatat bahwa sejak 2014, wilayah
                            udara Indonesia selalu dapat menangkap para pelanggarwilayah kedaulatan udara.
                            Pada tahun itu terdapat 50 kasus pelanggaran udara dengan perincian 6 pelanggaran
                            pesawat udara sipil, 3 pelanggaran pesawat negara lain, dan 41 kali pelanggaran yang
                            tidak teridentifikasi.

                            Angka tersebut meningkat drastis pada  tahun 2015. Pada tahun ini terjadi 193 kali
                            pelanggaran udara dengan perincian 39 pelanggaran pesawat sipil, 30 pelanggaran
                            pesawat negara,  dan  124 kali  pelanggaran  oleh  pesawat yang  tidak  teridentifikasi.
                            Angka ini turun lebih dari 60 persen pada 2016.  Pada tahun ini pelanggaran wilayah
                            udara terjadi sebanyak 49 kali dengan perincian 21 pelanggaran oleh pesawat sipil,
                            5  kali  pelanggaran  pesawat  negara,  dan  23 kali  pelanggaran  oleh  pesawat  tidak
                            teridentifikasi. Sementara itu, pada 2017 terjadi pelanggaran wilayah udara sebanyak


              170                                              Sejarah Wilayah Perbatasan  Kepulauan Natuna
   182   183   184   185   186   187   188   189   190   191   192