Page 216 - Final Sejarah Wilayah Perbatasan
P. 216
Data di atas menunjukkan bahwa Indonesia menjadi negara di sekitar Laut China
Selatan dengan jumlah kasus pembajakan/perompakan tertinggi, yaitu 36 pada
tahun 2018. Adapun jumlah kasus perompakan/pembajakan terbanyak terjadi pada
tahun 2015 dengan 108 serangan. Sementara itu, kasus pembajakan dan perompakan
di Laut China Selatan hanya terjadi satu kali pada tahun 2014. Dalam catatan ICC
International Maritime Bureau, walaupun kasus perompakan/pembajakan di Laut
China Selatan yang dilaporkan menurun drastis, kapal-kapal diperingatkan untuk
tetap waspada ketika melewati perairan Anambas, Natuna, dan sekitarnya, terutama
di malam hari. Peringatan ini menindaklanjuti laporan ditangkapnya beberapa pelaku
kejahatan oleh otoritas lokal di Malaysia dan Indonesia (ICC International Maritime
Bureau, 2019: 21). Hal itu menunjukkan bahwa kejahatan tetap terjadi, tetapi lokasi
kejadian tidak berada di tengah laut. Lokasi kejadian berada di dekat pulau/daratan,
seperti pada lepas pantai Kuantan/Pulau Aur di Pantai Timur Malaysia.
Kejahatan transnasional kedua yang marak terjadi di Natuna adalah Illegal,
Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing. Perairan Natuna yang masuk sebagai
sebagai bagian dari wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia 711
menjadi salah satu lokasi yang paling sering dijadikan sasaran kapal-kapal asing
untuk melakukan penangkapan ikan secara ilegal. Berdasarkan data dari Kementerian
Kelautan dan Perikanan (2017), di Kepulauan Riau, termasuk juga Natuna, terdapat
kurang lebih 60 kapal ikan eks asing yang melakukan pelanggaran, paling banyak
berasal dari Thailand. Ada 4 jenis pelanggaran, yaitu posisi kapal tidak diketahui,
berbendera ganda (double flagging), Vessel Monitoring System tidak aktif, dan badan
hukum fiktif (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2017).
Selain kapal-kapal yang melakukan pelanggaran administratif di atas, banyak pula
kapal-kapal yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal. Kapal-kapal yang
berhasil ditangkap kemudian ditenggelamkan oleh Kementerian Kelautan dan
Perikanan di bawah pimpinan Menteri Susi Pudjiastuti. Berikut adalah data teperinci
kapal yang ditenggelamkan.
Tabel 12. Jumlah Kapal Pelaku IUU Fishing yang ditenggelamkan, Periode Oktober
2014—Agustus 2018
Negara Jumlah Kapal yang
Ditenggelamkan
Vietnam 276
Filipina 90
Thailand 50
Malaysia 41
Indonesia 26
Papua Nugini 2
Mutiara di Ujung Utara 199

