Page 217 - Final Sejarah Wilayah Perbatasan
P. 217

Tiongkok                                    1
                             Belize                                      1

                             Tanpa negara                                1

                             Total                                     488

                            Sumber: Katadata, 2019

                            Sementara  itu,  hingga  29 April  2019, kapal  pengawas  perikanan  KKP,  Kepolisian
                            Perairan,  dan  TNI  AL telah  menahan  33 barang  bukti  kapal  pelaku IUU  Fishing
                            berbendera  Vietnam  dan  16  kapal  berbendera  Malaysia  (Octaviani,  2019). Data
                            2014—2019 di atas menunjukkan bahwa Vietnam menjadi negara asal kapal-kapal
                            pelaku  IUU  fishing  terbanyak  di  Indonesia.  Karena  wilayah  Vietnam  dekat  dan
                            berbatasan  dengan  Natuna,  hal  ini  mengindikasikan  bahwa  kapal-kapal  Vietnam
                            tersebut menangkap  ikan  secara  ilegal  di  perairan  Natuna.  Hal  ini  menunjukkan
                            bahwa Natuna menjadi salah satu wilayah yang paling rawan terjadi IUU Fishing di
                            Indonesia. Di satu sisi, hal ini menunjukkan bahwa Natuna memang memiliki sumber
                            daya laut yang melimpah. Di sisi lain, banyaknya kapal-kapal asing, terutama dari
                            Vietnam (dan Malaysia) juga menunjukkan bahwa IUU Fishing menjadi salah satu
                            faktor penyebab overfishing di perairan WPP 711. Oleh karena itu, langkah-langkah
                            pengamanan harus dilakukan untuk mencegah dan mengatasi pencurian ikan yang
                            terus terjadi di Natuna.

                            Latihan Militer Bersama di Natuna

                            Ada beberapa cara yang dapat ditempuh untuk mengamankan perairan Natuna dan
                            sekitarnya. Secara unilateral, Indonesia dapat mengadakan patroli rutin yang dapat
                            dilakukan oleh berbagai lembaga terkait seperti Pengawas Perikanan KKP, Kepolisian
                            Perairan, TNI AL, dan Badan Keamanan Laut (Bakamla), baik secara sendiri maupun
                            secara  gabungan.  Hal  itu  sudah  dilakukan  seperti  yang  tertera  dalam  penjelasan
                            penahanan dan penenggelaman kapal pelaku IUU Fishing di atas. Secara bilateral,
                            Indonesia dan negara tetangga juga dapat melakukan patroli bersama (joint patrol)
                            secara paralel di bagian wilayah perbatasan masing-masing. Hal ini sudah dijelaskan
                            pada subbab Natuna dalam Dinamika Bilateral, yaitu di bagian penjelasan Indonesia-
                            Malaysia. Secara multilateral, Indonesia juga dapat melakukan latihan militer bersama
                            dengan negara-negara  lain  di Natuna.  Pertunjukan latihan militer bersama dapat
                            memberikan efek getar (deterrence effect) kepada para pelaku ancaman yang akan
                            membuat mereka akan merasa takut dengan konsekuensi (militer) yang akan mereka
                            terima jika mereka mewujudkan tindakan ancaman. Latihan bersama multilateral ini
                            juga sesuai dengan karakter tantangan di perairan Natuna dan Laut China Selatan
                            yang bersifat transnasional sehingga penanganannya pun membutuhkan keterlibatan
                            beberapa negara yang terdampak.






              200                                              Sejarah Wilayah Perbatasan  Kepulauan Natuna
   212   213   214   215   216   217   218   219   220   221   222