Page 78 - 13.PENERAPAN TEORI BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN ..
P. 78

Penerapan Teori Belajar dalam Pembelajaran Matematika di SD




                   pembelajaran matematika di SD/MI. Pepatah cina mengatakan: “Saya  mendengar,
                   saya lupa. Saya  melihat, saya ingat. Saya  melakukan, saya paham.” Kalimat

                   terakhir, yaitu: “Saya  melakukan, saya paham,” akan semakin membantu siswa jika

                   dilakukan dengan menggunakan benda-benda konkret. Sekali lagi, pengertian konkret
                   atau nyata di sini ditunjukkan dengan benda-benda yang dapat diamati dengan panca

                   indera.



                   Namun istilah lain yang muncul saat ini adalah kata ‘real.’ Lalu apa bedanya kata
                   ‘real’ dengan ‘nyata’? Ternyata, realistik berarti hal-hal yang mudah dibayangkan

                   atau diterima oleh siswa. Jika pembelajaran dimulai dari sesuatu yang real yang
                   mudah dibayangkan atau diterima siswa, maka pembelajaran akan potensial

                   mendorong proses berpikir (Majalah PMRI, 2009:30). Pembelajaran harus dimulai
                   dari sesuatu yang sudah diketahui atau sudah pernah dialami siswa, sehingga proses

                   pembelajarannya menjadi mudah dipahami para siswa. Menggunakan istilah yang

                   dikemukakan Ausubel maka pembelajarannya akan menjadi bermakna. Menggunakan
                   istilah yang dikemukakan Piaget maka selama proses pembelajaran, pengetahuan

                   yang baru dapat diasimilasi (disesuaikan) dengan pengetahuan lama yang sudah ada
                   di benak siswa.



                    D.  Ringkasan

                   1.  Asimilasi adalah suatu proses penguatan skemata siswa yang terjadi karena  suatu
                       informasi atau pengalaman baru sesuai dengan kerangka kognitif yang sudah ada

                       di benak siswa; sedangkan akomodasi  adalah suatu proses perubahan atau

                       pengembangan kerangka kognitif yang sudah ada di benak siswa akibat informasi
                       atau pengalaman yang baru dialami.

                   2.  Contoh pembelajaran yang mengacu pada ‘belajar hafalan’ atau ‘rote-learning’
                       adalah pembelajaran yang tidak mengaitkan antara pengetahuan yang baru dengan

                       pengetahuan yang sudah dimiliki siswa. Contohnya rumus luas daerah segitiga

                       tidak dikaitkan dengan pengetahuan yang sudah dimiliki tentang  luas daerah
                       persegipanjang.

                   3.  Ausubel menginginkan proses pembelajaran di kelas-kelas matematika adalah
                       suatu pembelajaran yang bermakna (meaningful learning);  yaitu suatu




                                                                                                        61
   73   74   75   76   77   78   79   80   81   82   83