Page 10 - OPERASIONAL
P. 10
KOPERASI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
MITRA DHUAFA
(849/BH/MENEG/VII/2009) OPERASIONAL
EDISI : JANUARI 2017 REVISI : 1
Owner : OPERASIONAL PROSEDUR : Survey Lapang
Kode Bagian : 01 Kode Prosedur : 003
SURVEY LAPANG
A. TUJUAN
Prosedur ini dimaksudkan untuk menstandarisasi proses dan langkah-langkah pelaksanaan
survey lapang dan penentuan kelayakan wilayah tersebut yang akan dilakukan oleh staf di
seluruh wilayah operasional cabang.
B. RUANG LINGKUP
Mengatur proses dan langkah-langkah kegiatan survey lapang, sejak penentukan wilayah,
pemberitahuan ke perangkat desa atau kecamatan, hasil survey serta penentuan layak atau
tidak daerah atau desa tersebut.
C. KETENTUAN
Survey lapang yang dimaksud adalah survey yang lebih mendalam ketika kantor cabang sudah
dibuka. Survey ini untuk mengetahui kelayakan suatu desa atau wilayah tertentu apakah
dianggap layak atau tidak apabila kita akan mengimplementasikan program pembiayaan ini.
Survey lapang dilakukan oleh staf lapang dan manager cabang. Survey dilakukan dengan cara
kunjungan langsung ke desa-desa, berdiskusi dengan beberapa warga, bertemu dengan aparat
desa, ketua RT atau RW untuk mendapatkan informasi tentang keadaan desa atau lingkungan.
Manager cabang yang berwewenang untuk memutuskan kelayakan desa atau wilayah tersebut.
Formulir survey diarsip di otner terpisah, survey terbaru diletakkan di paling atas sehingga akan
memudahkan ketika ingin mengetahui kondisi desa atau wilayah tersebut. Formulir survey
lapang bisa digunakan sebagai alat untuk mengetahui apakah capaian anggota di desa tersebut
sudah maksimal atau belum serta landasan untuk membuat kebijakan dan strategi di lapang.
Survey lapang harus menjadi landasan manager cabang dalam merencanakan perkembangan
cabang, penentuan pembentukan center dan kelompok harus memiliki landasan yang tercatat
dengan baik. Oleh karena itu kedisiplinan staf lapang dan manager cabang dalam melakukan
survey lapang menentukan kualitas center dan perkembangan anggota di wilayah tersebut.
Jangan sampai center atau kelompok yang dibentuk tidak berjalan lancar atau bermasalah yang
disebabkan oleh proses analisa atau survey lapang yang tidak sesuai prosedur. Misalnya center
yang baru dibentuk ternyata bermasalah dengan angsuran dengan alasan di desa tersebut
sudah banyak lembaga keuangan yang memberikan pembiayaan di desa tersebut, pertemuan
center sering terganggu karena wilayahnya rawan banjir setiap minggu atau bulannya dan juga
masalah lainnya yang muncul yang seharusnya sudah terdeteksi dari awal apabila survey lapang
dilakukan dengan baik dan benar.
D. REFERENSI
1. Grameen Bank System (GBS)
2. Petunjuk dan Keputusan Manajemen Koperasi Mitra Dhuafa.
SOP Operasional 2017
9

