Page 86 - OPERASIONAL
P. 86
KOPERASI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
MITRA DHUAFA
(849/BH/MENEG/VII/2009) OPERASIONAL
EDISI : JANUARI 2017 REVISI : 1
Owner : OPERASIONAL PROSEDUR : Anggota Cuti
Kode Bagian : 01 Kode Prosedur : 021
ANGGOTA CUTI
A. TUJUAN
Prosedur ini dimaksudkan untuk menstandarisasi proses dan syarat anggota cuti sehingga
diharapkan adanya persamaan persepsi antara anggota dan seluruh staf KOMIDA.
B. RUANG LINGKUP
Mengatur proses pengajuan, persetujuan, syarat, tata cara dan monitoring anggota yang akan
mengajukan cuti pembiayaan.
C. KETENTUAN
Peraturan tentang anggota cuti adalah bagian dari upaya kita untuk menurunkan tingkat anggota
keluar, sekaligus memberikan pilihan kepada anggota untuk memilih opsi cuti. Dengan anggota
memiliki opsi cuti maka jika adaanggota yang pada periode tertentu sedang tidak membutuhkan
pembiayaan atau sedang ada kendala dalam usaha maka diharapkan anggota memiliki pilihan
untuk cuti dibandingkan keluar dari keanggotaan KOMIDA, dan berikut adalah ketentuannya:
1. Definisi cuti adalah anggota tidak akses pembiayaan di KOMIDA untuk jangka waktu yang
disepakati.
2. Tidak ada batasan maksimal cuti untuk anggota, namun dalam proses pengajuan cuti
anggota menyampaikan rencana atau gambaran berapa lama akan cuti.
3. Anggota yang mengajukan cuti wajib mengisi formulir pengajuan cuti pembiayaan
4. Anggota yang cuti tetap berkewajiban menabung simpanan wajib sebesar Rp.1,000,-
(seribu rupiah), dengan teknis pembayaran bisa dititipkan ke ketua kelompok atau anggota
lainnya.
5. Anggota yang mengambil cuti pembiayaan tidak diwajibkan untuk hadir di pertemuan
center.
6. Proses pengajuan dan penerimaan pembiayaan tetap bisa dilakukan meskipun ada
anggota yang cuti tidak hadir di pertemuan center.
7. Pengajuan dan penerimaan pembiayaan tetap bisa dilakukan jika dalam satu kelompok
minimal ada 2 orang anggota yang aktif (tidak cuti).
8. Manager cabang dan staf lapang tetap menjaga komunikasi dengan anggota cuti, setiap
tiga bulan sekali melakukan pendekatan kepada anggota cuti dengan menyampaikan
produk-produk baru KOMIDA yang bisa menjadi alternatif pembiayaan atau simpanan
yang bisa di akses, dengan terus menjaga komunikasi diharapkan anggota yang cuti
segera aktif kembali mengakses pembiayaan yang ada di KOMIDA.
9. Koordinator cabang melakukan monitoring, analisa dan evaluasi terkait perkembangan
anggota cuti dicabang dengan melakukan sampling kepada anggota cuti secara periodik (
minimal 3 bulan sekali)
10. Formulir anggota cuti diarsip di otner secara terpisah, selain itu juga disiapkan buku bantu
anggota cuti agar manager cabang bisa memantau dan menganalisa jumlah anggota di
cabang tersebut yang sedang dalam status cuti.
D. REFERENSI
1. Grameen Bank System (GBS)
2. Petunjuk dan Keputusan Manajemen Koperasi Mitra Dhuafa.
SOP Operasional 2017
85

