Page 54 - e-modul
P. 54
material, peralatan, perlengkapan, dan sarana prasarana. Oleh sebab itu,
manajemen logistik biasa disebut dengan beberapa istilah seperti manajemen
perbekalan,administrasi perbekalan, manajemen barang, administrasi barang,
manajemen material, ataupun administrasi material. Sementara tujuan yang
hendak dicapai dalam setiap upaya pencapaian tujuan organisasi.
Berdasarkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan, objek kegiatan,
ataupun tujuan pengelolaan logistik tersebut dapat dinyatakan bahwa
manajemen logistik merupakan serangkian kegiatan perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap kegiatan
pengadaan, pencatatan, pendistribusian, penyimpanan, pemeliharaan, dan
penghapusan logistik guna mendukung efektivitas dan efisiensi dalam
upaya pencapaian tujuan organisasi. Kemudian, batasan pengertian dan
ruang lingkup kegiatan manajemen logistik tersebut dapat dirinci sebagai
berikut:
a. Kegiatan manajerial
Perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan.
b. Kegiatan operasional
Pengadaan, pencatatan (inventarisasi), penggudangan, pendistribusian,
pemeliharaan, dan penghapusan.
c. Objek
Logistik, perbekalan, barang, material, peralatan, perlengkapan, sarana
prasarana ( segala sesuatu/benda yang berwujud dan dapat diperlakukan
secara fisik/ tangible, baik yang dipergunakan untuk kegiatan pokok
maupun kegiatan penunjang/ administrasi.
d. Tujuan
Mendukung efektifitas dan efisiensi dalam setiap upaya pencapaian,
tujuan organisasi.
Adapun secara khusus, maksud dan tujuan pengelolaan logistic
senantiasa melekat pada setiap kegiatan pengelolaan logistik itu sendiri.
Sehubungan dengan hal itu, manajemen logistik dimaksudkan untuk :
a. Mampu menyediakan logistik sesuai dengan kebutuhan, baik berkaitan
dengan jenis dan spesifikasinya, jumlah, waktu, maupun tempat
dibutuhkan, dalam keadaan dapat dipakai, dari sumber yang dapat
dipertanggungjawabkan, dengan harga yang layak, serta dengan
memberikan pelayanan yang baik.
54