Page 121 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 121

Sepuluh Januari

                                 Oleh: Imas Mulyati



              K
                     ekasihku, Almira namanya, adalah idola di sekolahku,
                     sebuah SMA favorit di Kota Garut. Dia cantik, anggun,
                     cerdas, dan aktif dalam organisasi sekolah. Dia juara
              umum  di  sekolah  kami.  Namun,  dari  banyak  kelebihannya,
              hanya  satu  yang  menarik  perhatianku,  yaitu  jilbab  yang
              senantiasa melindungi rambutnya yang hitam legam, panjang
              berombak  hingga  menutupi  lekuk  pinggangnya.  Ya,  kutahu
              itu ketika sempat mengintipnya selagi berwudu. Maklum, aku
              termasuk siswa nakal. Berbanding terbalik dengan kekasihku.
              Mungkin bukan kenakalan yang membawa kakiku melangkah
              ke tempat wudu, melainkan ketertarikanku terhadap Almira.
                  Hari itu adalah pengumuman seleksi peserta paskibra di
              kabupaten, tempat sekolah kami berada. Dari lima calon yang
              diajukan sekolah, hanya dua orang yang lolos seleksi, aku dan
              Almira. Aku memang termasuk siswa nakal, namun mungkin
              ada kriteria lain yang membuatku lolos seleksi.
                  “Pulang  bareng,  Al?”  ajakku  suatu  hari  setelah  latihan
              paskibra.  Entah  apa  yang  memikat  Almira,  hingga  bersedia
              menerima ajakanku.
                  “Ayo!”  Bisiknya  perlahan  sambil  mengangguk  dan
              menyembunyikan senyum manisnya.
                                          ***
                  “Almira  Meilina!”  Sorak‐sorai  seisi  gedung  kudengar
              begitu  riuh  ketika  nama  itu  dipanggil  dari  atas  panggung


                                 Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 109
   116   117   118   119   120   121   122   123   124   125   126