Page 117 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 117
Malam yang Penuh Bintang
Oleh: Heni Tresnawati
K
enyamanan Sheren sebagai jomlo sedang diuji
dengan datangnya covid‐19. Sheren tidak bisa lagi
bertemu secara langsung dengan siswanya di
sekolah. Pemerintah menerapkan protokol kesehatan covid‐
19 dengan cara menjaga jarak, mencuci tangan, dan
menggunakan masker. Pembelajaran pun dilakukan dengan
jarak jauh menggunakan aplikasi yang sama sekali belum
pernah digunakan oleh guru di sekolah, tempat Sheren
mengajar.
Bulan ini adalah bulan kedua Sheren mengajar dengan
memanfaatkan kecanggihan teknologi yang diberi nama
Zoom Metting.
“Ini Om Randi, namanya Zamzam, mau ikut belajar, boleh
ya, Bu Guru?” kata Randi, siswa Sheren yang cukup gokil
sambil tertawa gembira.
“Ya, tapi jangan nakal. Kalau nakal tidak boleh ikut belajar
lagi.” Sheren menjawab sekenanya, sebagai bentuk
kesopanan belaka.
Sejak perkenalan itu Zamzam, pria muda, yang
belakangan diketahui Sheren adalah seorang dokter. Hal ini
diketahui Sheren ketika Randi memanggilnya Om Dokter. Pak
Dokter duduk manis memperhatikan Sheren mengajar di
ruang Zoom Meeting kelas V A SD Harapan Mulya,
Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 105

