Page 122 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 122

untuk  menerima  hadiah  peraih  NEM  tertinggi.  Disusul
             namaku yang berada pada urutan kedua setelah Almira. Ya,
             hari  itu  adalah  hari  perpisahan  kelas  tiga.  Hari  yang  telah
             memaksa kami terpisah.
                 “Aku mau melanjutkan kuliah di Bandung saja. Ary mau
             kuliah di mana?” tanya Almira sepulang perpisahan itu.
                 “Aku  mau  kuliah  di  Tasik,  sekalian  kutambah  ilmu
             agamaku di Pesantren Cipasung,” jawabku lirih.
                 Sejak  itu  kami  terpisah  di  antara  dua  kota  yang  saling
             berjauhan.  Namun,  cinta  sejati  kami  tetap  tak  mampu
             dipisahkan. Sejauh apa pun, tetap kami menjalin komunikasi.
                                         ***
                 “Hai!”  Tiba‐tiba  suara  itu  membuyarkan  lamunanku
             tentang  Almira.  Aku  pun  menoleh.  “Ya,  bukan  lagi.”
             Gumamku  dalam  hati,  tanda  aku  kecewa.  Jujur  saja  aku
             sangat berharap suara itu berasal dari bibir tipis merah milik
             kekasihku yang sejak pagi kutunggu.

                 “Sore‐sore  begini,  kamu  masih  di  sini.  Ada  yang
             ditunggu?”  lanjut  Dedik,  sahabatku.  Kutarik  napas  panjang,
             sepanjang hariku menunggu kekasihku di koridor masjid ini.
                 “Aku  menunggu  kekasihku  sejak  pagi  buta,”  jawabku.
             Tak  kudengar  Dedik  mengomentari  jawabanku.  Kurasakan
             tepukan  kuat  di  pundakku,  berlanjut  dengan  gandengan
             tangan  Dedik  mengajakku  ke  masjid.  Memang,  tak  lama
             kemudian,  kudengar  kumandang  azan  Magrib  mengalun
             indah menyejukkan hatiku.
                 “Ary,  mengapa  kamu  di  sini  seharian?  Bukankah  hari  ini
             adalah  hari  istimewa  buat  kekasihmu?”  tanya  Dedik  sambil
             mengikat erat tali sepatunya setelah kami keluar dari masjid.


             110 | 80 Cerpenis MediaGuru
   117   118   119   120   121   122   123   124   125   126   127