Page 118 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 118
Sheren adalah wanita dewasa yang hampir berusia kepala
empat. Sheren sering mendapatkan japri dari Zamzam yang
sok akrab dan perhatian. Sheren mulai merasa kehidupan
jomlonya diusik lagi, Sheren pun marah.
“Halo, Pak Dokter, jadilah pahlawan di garda depan
covid‐19. Jangan cuma duduk manis di belakang meja,
pamali.” Tulis Sheren dengan sengaja menampilkan emoji
jengkel.
“Harusnya ya sih, Bu Guru, ingin juga jadi pahlawan di
masa seperti ini. Tapi apa dayaku, coba covid‐19 datangnya
sebelum tahun baru ke negara kita, pasti saya juga ikut di
garda depan dan akan ditulis sebagai pahlawan.” Balas
Zamzam dengan emoji love yang semakin membuat Sheren
marah .
“Sebelum tahun baru covid‐19 masih di Wuhan, Pak
dokter!”
“Ya, karena covid‐19 belum sampai di negara kita, saya
masih bisa bebas jalan‐jalan sesuka hati dan ini hasilnya,”
Zamzam mengirimkan gambar kaki separuh yang masih
dibalut perban, “tinggal satu setengah, Bu Guru, dan belum
bisa dipakai dengan sempurna.”
Seketika Sheren dilanda rasa malu. Menyesal telah
menulis sindiran yang cukup lumayan kasar untuk orang yang
belum dikenal. Apalagi rajin menanyakan kabarnya. Padahal
tanpa disadari Sheren, Zamzam tahu banyak tentang dirinya.
Sejak chat gambar kaki itu, Sheren mulai rajin menjawab
semua pertanyaan atau sapaan dari Zamzam dengan wajar,
sopan, dan susah untuk berbohong. Rasa malu mengalahkan
egonya yang bangga sebagai jomlo yang bahagia.
106 | 80 Cerpenis MediaGuru

