Page 114 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 114
Safa
Oleh: Hayatul Mudayati
G
adis kecil berambut keriting berdiri di sudut ruangan.
Jari‐jari kecilnya meremas keras ujung bajunya. Ada
badai di matanya yang siap menghempasku. Suara
tangisnya mengalahkan deru mesin penggiling padi di
sebelah rumah. Matanya menatap tajam. Seperti pendemo
yang mencari keadilan.
“Bu Umi jahat! Aku tidak mau sama Bu Umi!” Aku berusaha
memeluk, tapi dia mengibaskan tanganku dengan keras.
Gadis itu Safa. Usianya sekitar 4 tahun. Generasi pertama
di taman penitipan ini. Sehingga dia bak putri raja, menerima
layanan dan kasih sayang berlimpah. Safa biasa bersama Bu
Umi sebagai pengasuh sepanjang hari. Safa paling suka main
masak‐masakan dan membangun rumah Barby. Diselingi
gelak tawa yang renyah.
Menjelang tidur siang adalah waktu favoritnya. Dengan
cekatan, dia memilih buku cerita kesukaannya. Buku cerita
bergambar ayam berwarna kuning. Safa bergegas menuju
tempat tidur.
“Bu, aku mau baca cerita ini.” Safa menunjukkan buku
yang dipegangnya.
“Yakin cerita Chika lagi?” Bu Umi mencoba meyakinkan.
Rasanya sudah berminggu‐minggu membaca buku cerita
yang sama. Tapi, begitulah Safa. Tidak mau buku yang lain.
102 | 80 Cerpenis MediaGuru

