Page 109 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 109
Akhirnya dokter menyarankan ibu untuk opname.
Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengetahui
penyakit ibu. Hari ini aku sengaja menjaga ibu. Aku ingin
menghibur wanita yang melahirkanku. Saat aku datang, ibu
terbaring lemah di tempat tidurnya. Masih tersungging
senyuman di wajahnya.
“Ibu, cepat sehat ya. Rini kangen Ibu. Rindu masakan
Ibu,”ucapku sambil mencium tangan dan memeluknya.
“Insyaallah Ibu nggak apa‐apa, Rin. Ibu juga kangen,
sebaiknya Ibu pulang ke rumah saja. Biar dekat dengan
kalian,”ujar ibu.
“Iya, Bu, semoga cepat keluar hasil pemeriksaan dokter.
Nanti kita sama‐sama memasak nasi goreng ya, Bu. Ajarin Rini
cara membuatnya,”ujarku. Ibu tersenyum. Semanis rasa teh
yang diseduh ibu setiap pagi.
Ayah sedang konsultasi dengan dokter. Ketika keluar dari
ruangan, muka ayah semrawut. Alisnya mengerut dan
matanya jadi redup. Aku menghampiri ayah dan mengambil
selembar kertas dari tangannya. Tergambar jelas hasil
pemeriksaan dokter. Ibu divonis sakit kanker rahim stadium
empat. Dokter mengatakan, tak ada harapan lagi. Kankernya
sudah menyebar begitu cepat. Ibu pernah berkata, ada rasa
nyeri di perut dan pinggangnya. Ibu pikir hanya sakit biasa.
Hari ini sesuai kesepakatan keluarga, kami meminta
pengobatan ibu dari rumah., dokter pun mengizinkan. Meski
kami diharuskan tetap melaporkan perkembangan ibu.
Selama ini ibu yang merawat kami. Sekarang waktunya kami
menambah ladang pahala.
Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 97

