Page 105 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 105

dengan  peluhku.  Akan  kuhapus  semua  kucuran  air  matamu
              dengan lejarku.
                  Menjadi  orang  tua  tunggal  melecutkan  semangatku
              memecut diri mencari sesuap nasi demi si buah hati. Biarkan
              dia  tenang  mencari  ilmu,  pengalaman,  dan  teman  baru  di
              pondok. Di sini aku mencari rezeki untuknya.
                  Berkejaran dengan ayam yang hendak berkokok, segera
              kusiapkan  seluruh  kebutuhan  majikanku  sebelum  subuh
              menjelang.  Mencuci  piring,  menanak  nasi,  menyiram
              tanaman,  memberi  makan  binatang  peliharaan,  menguras
              bak,  dan  mencuci  mobil  sebelum  juragan  berangkat  kerja
              adalah rutinitasku setiap hari.
                  Tak  kuhiraukan  pandemi  menyerang  negeri  ini.
              Ketakutanku  hanyalah  satu,  jangan  sampai  anakku
              dipulangkan kembali dari pondok gegara kebijakan yang tak
              kupahami.
                  “Ma,  Dede  harus  pulang  ke  mana?  Pesantren

              memulangkan  seluruh  santrinya.  Dede  bingung,  Ma.  Pulang
              ke  Jakarta  masih  PSBB,  pulang  ke  kampung  takut  ketemu
              bapak.” Tangisnya terdengar parau dari ujung gawaiku.
                  Kurasakan  kegalauan  dan  ketakutan.  Ingin  kuberlari
              memeluk  dan  menyeka  air  mata  berharganya.  Bahkan  ingin
              berteriak  pada  sang  pembuat  kebijakan.  Adakah  ini  adil
              bagiku dan anakku yang sedang menuntut ilmu.
                  “Sabar  ya,  Sayang,  Mamah  akan  bilang  sama  gurumu
              untuk  tidak  memulangkanmu  dari  pondok.  Mamah  akan
              titipkan  pada  teteh,  pengasuhmu,”  jawabku  seraya  mencari
              seribu cara agar anakku tidak keluar dari pondok.




                                 Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 93
   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109   110