Page 100 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 100
Memetik Bintang
Oleh: Fitri Anora
M
alam telah sempurna memeluk Kota Bengkuang.
Nur terlelap di ranjang indekosnya. Ranjang yang
baru ditidurinya untuk kali pertama. Kamar yang
baru ditempatinya mulai hari itu. Tadi siang, dia baru
menjejakkan kaki di Kota Padang. Meninggalkan kampong,
juga emak dan bapak.
Semua demi cita‐cita Nur, ingin menduduki bangku
kuliah. Tekadnya sekuat baja. Menurutnya, bila bersungguh‐
sungguh menginginkan sesuatu maka Allah pasti
membentangkan jalan.
“Apa? Si Nur mau kuliah? Ondeh, apa dia tak berkaca diri?
Biaya dari mana orang tuanya mau menyekolahkannya di
bangku perguruan tinggi?” Begitu komentar tetangga Nur.
Dan itu sampai ke telinganya.
Nur tak hendak menjawab perkataan orang itu. Pedih
yang menghujam ulu hati, disimpannya dalam‐dalam.
Alhamdulillah program bidik misi mengantarkan Nur ke
tangga Universitas Negeri Padang (UNP). Kampus yang
diidamkannya itu siap menerima Nur untuk menimba ilmu.
“Tuut…tuut…tuut…” Suara telepon seluler
membangunkan Nur dari tidur. Dengan mata terpejam
diraihnya sumber suara itu.
“Assalamualaikum,” ucap Nur. Beberapa patah kata yang
didengarnya dari ujung telepon, sontak membuat Nur
88 | 80 Cerpenis MediaGuru

