Page 98 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 98
seseorang. Semakin dekat aku yakin sosok yang di bopong
adalah bapak.
“Bapak!” Sontak aku berteriak sekuat tenaga sambil
berlari mendekat. Kudapati tubuhnya sudah lemas saat di
rebahkan di kursi ruang tamu. Sepertinya jasad bapak telah
lepas dari napas. Kupeluk tubuhnya erat‐erat. Aku menangis
sekeras‐kerasnya. Kutangisi bagaimana ketangguhan bapak
di saat lemah sekali pun. Bagaimana cara bapak tiada tanpa
ada aku dan ibu di sisinya untuk membimbing mengucap
kalimah‐Nya. Tadi, Kang Imam dan beberapa tetangga
menyaksikan bapak terjatuh dari pohon kelapa setinggi 12
meter demi aku. Tak sanggup kubayangkan kejadian itu.
“Bapak, jangan tinggalkan aku.”
86 | 80 Cerpenis MediaGuru

