Page 101 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 101

terduduk. Matanya nanar. Dia merasa bermimpi. Apa dia tak
              salah dengar?
                  “Nur,  yang  sabar  ya!  Bapak  telah  tiada.”  Kalimat  itu
              terdengar  bagai  petir  yang  menyambar  jantung  Nur.
              Bagaimana  bisa  dia  percaya  kabar  itu.  Saat  berangkat  dari
              rumah  siang  tadi,  bapak  masih  tersenyum  kepadanya.
              Dengan  wajah  berbinar,  bapak  mengulurkan  beberapa
              lembar uang kepada Nur.
                  “Rajin‐rajin  kuliahnya  ya,  Nak!  Bapak  doakan  semoga
              semuanya lancar‐lancar saja,” ucap bapak.
                  Nur  tak  menjawab.  Sebagai  gantinya  kepala  Nur
              mengangguk  penuh  hormat.  Diterimanya  uang  dari  tangan
              bapak dengan rasa haru. Nur tahu, bapak tak punya banyak
              uang. Namun, Nur percaya doa bapak akan mengantarnya ke
              gerbang cita‐cita.
                  Nur  tergugu  menutupkan  tangan  ke  wajah.  “Bapak,,,”
              desisnya  hampir  tak  terdengar.  Mata  Nur  tak  hendak  tidur

              lagi.  Dia  segera  bersiap.  Dengan  mobil  angkutan  umum
              pertama hari itu. Nur pulang kampung.
                  Pemakaman bapak berjalan lancar. Usai sudah kehidupan
              bapak di dunia, tapi semangat Nur meraih cita‐cita tak boleh
              padam.  Walau  langkah  terasa  goyah,  Nur  harus  kuat.  Ada
              emak  yang  harus  dibahagiakannya.  Posisi  Nur  sebagai  anak
              bungsu  dari  tujuh  bersaudara  sedikit  menguntungkan.  Ada
              kakak‐kakaknya yang bisa membantu kuliah Nur.
                  Dengan dorongan semangat dari emak, Nur berangkat ke
              Padang. Bayangan wajah bapak membuatnya makin terpacu
              untuk mewujudkan mimpi.




                                 Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 89
   96   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106