Page 112 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 112
membuatku ketagihan. Jam istirahat selalu sangat gembira
dan seru bertukar cerita dan bertukar menu.
Bel kembali berdering, terlalu cepat rasanya. Belum habis
cerita bahagia kami, jam istirahat sudah usai. Masuk kelas lagi
belajar kembali, tapi tak mengapa. Matematika dalam sekejap
sudah dapat bersahabat denganku. Usai pelajaran
matematika kami akan belajar di perpustakaan. Pasti seru nih,
banyak buku yang bisa kubaca. Minggu lalu aku membaca
cerita “Bawang Putih dan Bawang Merah”.
Nanti aku ingin membaca cerita petualangan, pasti seru
dan menegangkan. Membacanya membuat aku menjadi
penasaran bagaimana akhir dari ceritanya. Tak terasa bel
istirahat kedua kembali berbunyi dan cerita petualangan itu
belum habis kubaca. Ingin kulanjutkan untuk tetap membaca,
tapi semua teman teman sudah beranjak meninggalkan
perpustakaan dan bermain di halaman sekolah.
Kali ini kami bermain petak umpet dan aku tak ingin kalah
dalam permainan ini. Aku ingin bersembunyi sampai tak
seorang pun temanku yang bisa menemukan. Saat semua
berpencar berlari, aku bersembunyi di kerumunan kakak kelas
yang berbadan besar. Tubuhku yang mungil nyaris tak terlihat
oleh siapa pun. Benar saja mereka kesulitan menemukan. Aku
tersenyum penuh kemenangan. Istirahat kedua pun berakhir
kembali. Kami masuk kelas dengan penuh kegembiraan.
Mengakhiri sekolah hari ini semua begitu meyenangkan.
Betapa terkejutnya ketika mama mengetuk pintu
kamarku, mengingatkan untuk segera bersiap presensi di
Google Classroom. Ah, aku baru sadar ternyata tadi aku
hanya mimpi. Aku belum bisa ke sekolah karena korona masih
100 | 80 Cerpenis MediaGuru

