Page 130 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 130

“Ibu  teringat  pada  ayahmu,  Nak.  Kalau  saja  ayah  tidak
             menyakiti ibu, kita pasti hidup nyaman sebagai anak mandor.
             Kita tidak akan tinggal di rumah ini,” tutur ibu, “Lelaki tinggi
             semampai  dan  bertubuh  kekar  itu  tidak  sekekar  hatinya,
             Nak.”
                 “Maksud ibu?”
                 “Ayahmu adalah lelaki yang tidak bisa dipercaya.”
                 “Waktu  itu  kamu  masih  berusia  dua  tahun.  Mungkin
             kamu  ingat  waktu  ibu  dan  ayah  bergaduh.”  Air  mata  ibu
             semakin deras mengalir.
                 Ibu memergoki ayah memadu kasih dengan sahabatnya
             sendiri tepat di rumah Bu Ramlah. Aku mencoba mengingat
             kegaduhan itu. Seperti ada suara rintihan dan pukulan yang
             melayangkan  badan  ke  dinding,  tapi  samar  sekali.  Aku
             mengajak  ibu  berhenti  dan  membawanya  masuk  ke  dalam
             kamar.  Kubentangkan  selimutnya  dan  kami  terlelap  dalam
             tidur.

                  Matahari mulai menampakkan diri. Aku segera pergi ke
             kebun  Pak Mas’un  untuk  memotong  rumput  liar.  Ibu  sudah
             lama  tidak  mampu  lagi  bekerja  karena  usianya  yang  sudah
             tua.  Aku,  gadis  berusia  16  tahun  ini,  yang  menjadi  mesin
             pencari uang. Setelah ibu dan ayah berpisah, abang‐abangku
             juga  meniru  sikap  lelaki  berkulit  sawo  matang  itu.  Mereka
             seperti  kacang  lupa  kulitnya.  Aku  juga  tidak  tahu  di  mana
             mereka  tinggal.  Aku  berharap  bisa  membawa  ibu  kembali
             pulang ke desa. Tinggal di rumah almarhumah nenek saja.
                 Badanku  tegap,  ototku  kekar,  dan  kakiku  kuat  tidak
             seperti  wanita  kebanyakan.  Tanganku  pun  sudah  kebal  dan
             kapalan.  Aku  bekerja  mulai  matahari  terlihat  hingga  senja


             118 | 80 Cerpenis MediaGuru
   125   126   127   128   129   130   131   132   133   134   135