Page 135 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 135
Si gadis dengan senyum indahnya menyodorkan tangan
dan berkata, “Saya Henidar, orang‐orang selalu memanggil
saya, He.”
Rudy baru menyadari bahwa nama si gadis adalah He.
“Pantas saja dia tersenyum waktu saya menyebut He di
terminal Gambir,” gumam Rudy.
“Jadi nama kamu He. Pantas kamu tersenyum kepadaku
waktu di Terminal Gambir.”
Henidar tersenyum dan merespon, “Saya pikir waktu itu
Mas Rudy sudah tahu nama panggilan saya.”
Percakapan mereka berakhir ketika Jaka datang.
“Hei, Bung, jangan ganggu adik gue. Awas ya!” Jaka
sedikit bercanda.
***
Pertemanan Rudy dan Jaka telah memberikan arti penting
bagi kehidupannya. Rudy meminta Jaka untuk mengizinkan
He menjadi pacarnya. Awalnya Jaka ragu dengan Rudy, tetapi
setelah Rudy meyakinkannya, Jaka pun menyetujui.
“Saya sih oke saja, tapi kau harus menjaga adik semata
wayang saya. Kalau terjadi sesuatu atau kau menyakitinya.
Kau langsung berurusan dengan saya. Persahabatan kita juga
berakhir.”
Dengan tenang Rudy menjawab, “Aku berjanji akan
menjaga He. Kamu bisa memegang ucapanku,” tegas Rudy,
“kalau Allah berkehendak, aku ingin Henidar menjadi istriku,
ibu dari anak‐anakku.”
Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 123

