Page 140 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 140

Friendship

                          Oleh: Kamila Zahin Shabirina



             M
                        atahari  bersinar  dengan  teriknya,  dipadukan
                        dengan  bersihnya  langit  biru.  Terlihat  sangat
                        cantik  sekali.  Pagi  ini  aku  berangkat  ke  sekolah
             bersama Nayla. Aku dan Nayla sudah mengenal sejak duduk
             di  bangku  SMP.  Apalagi  Nayla  adalah  tetangga  Lala,
             sahabatku.  Setiap  hari  kami  selalu  pulang  sekolah  bersama‐
             sama.   Sifat   Nayla   yang   ramah    membuatku      ingin
             mengenalnya.
                 “Ta, aku ingin pindah dari asrama. Aku nggak suka lagi di
             asrama ini,” ucap Nayla dengan nada memelas sambil tetap
             melihat ke depan.
                 “Sabar, Nay. Beberapa bulan lagi kakak kelas di samping
             kamar  kita  sudah  lulus,”  ucapku  sambil  menatap  ke  arah
             Nayla.
                 “Masalahnya bukan itu saja, aku memang nggak suka lagi
             di sini,” jawab Nayla.
                 Nayla memandang ke depan tanpa bicara lagi. Hanya ada
             keheninggan di antara kami.
                 Kami  pun  sampai  di  sekolah  berpagar  biru,  cukup
             beberapa  menit  saja  dengan  berjalan  kaki.  Kami  masuk
             melewati taman hijau yang asri. Sesampainya di depan kelas
             kami berdua membuka sepatu dan meletakkannya. Ternyata
             teman‐teman  sudah  banyak  yang  datang.  Aku  pun  menuju
             bangku  yang  berada  tepat  di  dekat  pintu,  nomor  tiga  dari


             128 | 80 Cerpenis MediaGuru
   135   136   137   138   139   140   141   142   143   144   145