Page 137 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 137

Ketika Corona Menyapa

                                    Oleh: Jufriyadi



              R
                     asa  sakit  menerpa  persendianku  yang  mulai  menua.
                     Aku  teringat  pada  celotehan  orang‐orang  tentang
                     korona  yang  kian  merajalela.  Terasa  celaka  seakan
              menimpa. Mungkinkah aku akan terpapar pula?
                  “Ada di antara kita yang masih enggan menaati protokol
              kesehatan,”  ujar  kepala  sekolah  dengan  nada  bicara  yang
              mulai  meninggi,  ”Datang  tanpa  mau  mengukur  suhu  dan
              masker  juga  tidak  digunakan.  Bagaimana  mau  memberikan
              contoh  yang  baik  pada  anak‐anak.  Ini  peringatan  untuk
              semuanya,  kalau  ada  di  antara  kita  yang  terpapar,  sekolah
              dibubarkan. Tatap muka berganti daring. Dari awal sudah kita
              ketahui, belajar daring juga banyak kendala.”
                  Beberapa  guru  kemudian  berbisik‐bisik.  Ternyata  ada  di
              antara kami yang menganggap sepele masalah virus korona.
              Aku sangat heran, kenapa masih ada yang berpikiran seperti
              itu.
                  “Untuk  diketahui,  dua  orang  di  antara  kita  dianjurkan
              untuk  uji  swab  di  puskesmas.  Ini  hasil  penelusuran
              kemungkinan kontak langsung dengan kasus positif covid‐19
              beberapa  hari  lalu.”  Lanjut  kepala  sekolah  memberikan
              penegasan.
                                          ***
                  Aku  tak  bisa  menutupi  kekhawatiran  itu.  Seketika  rasa
              takut menyergapku. Mereka yang diduga adalah orang‐orang


                                 Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 125
   132   133   134   135   136   137   138   139   140   141   142