Page 139 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 139

meningkat, tiba‐tiba deman menyerangku. Walau sesaat bisa
              terlupakan bersamaan dengan lelap yang menyergap.
                  Pagi ini, alam menyapa dengan indah di balik jendela. Aku
              terbangun, seiring ketukan pintu kamarku.
                  “Mama  Sayang,  sudah  bangun,  ya,”  Sapa  suamiku
              dengan senyum manisnya. Lalu mendekapku dengan sangat
              mesra.  Aku  terpana  tanpa  bicara.  Ada  rasa  bahagia
              menggugah sukma.
                  “Papa, lepaskan Mama, nanti Papa ….” Belum selesai aku
              berbicara, jari telunjuknya sudah menempel dibibirku.
                  “Ayo  baca  pesan  pada  WA  grup  sekolah  mama,”  kata
              suamiku.  Ternyata  hasil  swab  guru‐guru  yang  dianjurkan
              beberapa hari lalu semuanya negatif.
                  “Alhamdulillah,”  batinku.  Terasa  jantungku  bekerja
              dengan  santai,  memompa  darah  hingga  mengalir  lancar  ke
              seluruh bagian tubuh.
                  “Insayaallah  Mama  juga  tidak  apa‐apa.  Anggap  saja

              korona  hanya  menyapa,”  bisik  suamiku  tersenyum
              menghibur.

                               Profil Pengarang



                  Jufriyadi. M.Pd. lahir di Payakumbuh, 15 September 1968.
              Lulusan  dari  Universitas  Negeri  Padang  jurusan  pendidikan
              bahasa Inggris. Mengajar di UPT SMP Negeri 1 Batang Kapas,
              Kabupaten Pesisir Selatan. Bisa menghubunginya pada e‐mail
              itismeeri@gmail.com  atau  pada  nomor  WhatsApp  :
              085263096449


                                 Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 127
   134   135   136   137   138   139   140   141   142   143   144