Page 145 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 145

dalam benakku. Badanku mulai rusak. Setiap hari kuhabiskan
              untuk bermain game sampai pagi. Siang hari baru aku tidur.
                  Suatu  hari  aku  terperangah  mendengar  kalimat  yang
              meluluhlantakkan  keegoisanku.  Mama  menjawab  telepon
              dari wali kelas yang menanyakan penyebab aku tidak sekolah
              hampir dua bulan.
                  “Keluarkan  saja  dari  sekolah,  Bu.  Biar  jadi  anak  jalanan.
              Saya  tidak  perduli  lagi.  Mending  saya  kehilangan  dia.  Saya
              sudah capek menghadapinya.”
                  Aku merasa tertampar. Harga diriku sebagai laki‐laki dan
              anak  terasa  hancur.  Aku  tidak  marah  pada  mama,  tapi  aku
              marah pada diriku sendiri. Apa bedanya aku dengan papa jika
              aku  melakukan  hal  yang  sama.  Aku  tidak  menghargai
              perjuangan  berat  seorang  perempuan  yang  seharusnya  aku
              jaga  dengan  nyawaku.  Meski  masih  remaja  seharusnya  aku
              bisa berpikir dewasa karena tempaan keadaan.
                  Pembelajaran  daring  sebenarnya  memberi  waktu  yang

              cukup buatku untuk melakukan hal‐hal yang bermanfaat. Aku
              berjanji  pada  diriku  sendiri  untuk  mengubah  kebiasaan.
              Membangun  komunikasi  yang  pernah  terputus  dengan
              mama. Dialah pemilik surgaku. Aku akan melakukan apa saja
              agar senyum mama bisa kembali lagi. Ada tangis dalam hatiku
              saat  mama  mencuri  pandang  melihat  aktivitasku  dengan
              tangan  terus  bergerak  memegang  amplas  dengan  tatapan
              kosong.
                  “Mama, kita makan yuk.” Suatu hari aku mencoba meraih
              tangannya. Mama menurut tidak berontak seperti biasanya.
              Aku  bersihkan  tangan  dan  badan  yang  bermandi  debu.
              Kubawa  ke  meja  makan  yang  sudah  terhidang  menu


                                 Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 133
   140   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150