Page 148 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 148

"Putus  cinta  lagi?"  tanya  Lastri  sambil  melirik
             Teguh. Hening  seolah  sepakat  adalah  “iya”  sebagai
             jawaban. Lastri merasa hari ini adalah saat terbaik dia luahkan
             rasa yang selama ini dia pendam.
                 "Bisakah  sebentar  saja  kau  melihatku  sebagai  wanita?"
             tanya Lastri saat Teguh tetap bergeming.
                 Wanita berwajah manis ini memahami setiap kisah cinta
             lelaki  di  sampingnya.  Dia  memakluminya  karena  dengan
             berlalunya waktu, Lastri tahu Teguh juga memiliki rasa yang
             sama terhadapnya.
                 Ada  kilat  terkejut  dalam  sorot  mata  elang  itu  saat
             menatap  Lastri.  Lelaki  itu  mengusap  wajahnya  dan
             tertawa. Mencoba  memahami  untai  kata  dari  bibir  mungil
             Lastri. Lelaki itu menunduk muram.
                 Masih  teringat  dengan  jelas  bagaimana  ibundanya
             menunjukan cakar keningratannya saat dahulu dia ceritakan
             perasaannya untuk Lastri. Perempuan sepuh itu begitu murka

             dan menasihatinya tentang apa itu bibit, bobot, dan bebet.
                 Sekarang,  gadis  ini  menyuruhnya  untuk  melihatnya
             sebagai  wanita.  Sungguh  dia  semakin  merana.  Dia  tak  ingin
             membuat  Lastri  terluka.  Cukup  dia saja  yang  merasakan  ini.
             Beratnya  menanggung  rasa  cinta  tersembunyi  dalam  ikatan
             persahabatan.
                 Menanggung  rasa  yang  membuatnya  berpetualang
             dalam  pusaran  kisah  cinta  yang  tak  pernah  berakhir  indah.
             Putus cinta berkali‐kali untuk  akhirnya  menyepi  di  pantai  ini
             dan bersandar kembali pada sosok wanita pujaannya. Lastri
             yang dengan tulus menenteramkan hatinya dari kegelisahan
             yang meraja.


             136 | 80 Cerpenis MediaGuru
   143   144   145   146   147   148   149   150   151   152   153