Page 151 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 151
Sisi Hati Hayati
Oleh: Lista Uli Tamba
P
agi berkabut meradang pilu. Menggambarkan
hubungan Hayati dan Gunawan yang semakin tak
menentu. Hingga membuatnya enggan melakukan
kegiatan apa pun hari ini. Sungguh seperti yang sering
dikatakan makhluk hidup yang dapat berbicara di
sekelilingnya, yang menyebutkan “lelah hayati”. Sebutan
yang sedang naik daun, tapi bukan ulat. Terasa sangat
membosankan sepanjang hari ini jadinya.
"Kemana sih perginya semua orang di rumah ini?"
Begitulah gumamnya saat melihat sekeliling sama sepinya
dengan hatinya kala itu. Karena tak juga menemukan orang
lain untuk diajak bicara, akhirnya dia masuk kembali ke
kamarnya yang tak pantas lagi disebut kamar karna begitu
ruwetnya.
"Assalamualaikum," Tiba‐tiba ada suara mengucapkan
salam dari depan rumahnya.
“Siapa pula yang mengeluarkan suara itu. Di tengah
resah hati yang tak menentu ini.” Suara hati Hayati berkata,
lebih tepatnya ngedumel sendiri.
"Untung Mbak Yati ada!" Kalimat pertama yang
diucapkan oleh sang empunya suara tadi. Ketika Hayati sudah
menampakan sedikit anggota tubuhnya di sela‐sela pintu
rumahnya.
"Ada apa, Yan?”
Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 139

