Page 155 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 155
Jalan Pulang
Oleh: Lista Yosefa
B
elum waktu subuh, kabut tebal mengiring kepergian
anak laki‐laki itu. Dengan kaki telanjang dia menuruni
jalan setapak di perbukitan. Dalam sepi dan gelap, dia
menuruni pematang sawah, melompati kali, dan akhirnya
sampai ke jalan utama desa itu. Sesekali dia melihat ke
belakang, hatinya sangatlah berat meninggalkan kampung
kelahirannya. Tapi, dia telanjur kecewa dengan sikap ayah
tirinya.
Di atas truk yang melintas, dia duduk termangu di antara
tumpukan sayur‐sayuran. Sesekali kepala anak laki‐laki itu
terantuk. Badannya ceking. Rambutnya acak‐acakkan dan
tidak terawat. Di saku bajunya yang lusuh hanya ada uang 500
perak.
“Hei Bujang, kamu hendak ke mana? Bapak hanya sampai
di sini,” tanya Pak Supir.
“Ya, Pak. Kalau begitu aku juga sampai di sini.” Anak laki‐
laki itu juga meloncat turun dari atas truk.
Dengan mengucapkan terima kasih, dia menghilang di
kerumunan pasar di Senin pagi itu. Orang sibuk lalu‐lalang
dengan urusannya masing‐masing. Siapa yang peduli tentang
cerita anak laki‐laki yang pergi meninggalkan rumah. Sehari
sepeninggalnya, sekampung orang membicarakan kepergian
anak laki‐laki itu serta penyebabnya.
**
Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 143

