Page 159 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 159

Bu Mutia

                               Oleh: Luluk Istiqomah



              S
                    uara khas Bu Mutia banyak digandrungi para penikmat
                    seni karawitan. Beliau sosok yang selalu menginspirasi.
                    Suaranya halus, lembut, dan merdu mengiringi alunan
              musik.  Di  antara  para  guru,  Bu  Mutia  yang  paling  menonjol
              dalam  bidang  seni.  Bahkan  banyak  menyumbangkan  medali
              setiap kali kompetisi.
                  Siswa  selalu  membutuhkan  guru  yang  bahagia,  mampu
              menumbuhkan semangat untuk belajar. Siswa membutuhkan
              cahaya yang bisa menerangi setiap kegelapan. Begitu pula Bu
              Mutia, dengan semua keteladanannya.
                  Suatu ketika beliau berkata kepadaku, “Coba kenali dulu
              seninya,  kalau  sudah  mengenalnya  kamu  pasti  suka.”
              Awalnya  aku  tidak  mengenal  seni  karawitan,  tetapi  setelah
              bertemu dan diajari oleh Bu Mutia, aku menjadi makin cinta.
              Kecintaanku pada seni karawitan bahkan membuatku dapat
              menghasilkan pundi‐pundi rupiah.
                  Guru  seniku  yang  satu  ini  memang  luar  biasa.  Selain
              piawai bernyanyi, beliau juga piawai memainkan banyak alat
              musik, seperti gamelan dan drum. Tak heran selama dua belas
              tahun  beliau  dipercaya  oleh  Yayasan  Madrasah  Aliyah
              Assalam Ponorogo, Jawa Timur, menjadi guru seni.
                  Seni  bagaikan  napas  yang  tak  bisa  lepas  dari  hidupnya.
              Hal  ini  membuat  dirinya  dekat  dengan  anak‐anak.  Dengan
              sabar dan tekun beliau mengajari kami. Dari tidak bisa sama


                                 Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 147
   154   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164