Page 162 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 162

Istriku

                                 Oleh: Machsunah



             “S
                        us,  tolong  ibu  saya  diperhatikan!”  kata  anak
                        sulungku dengan nada garang.
                        “Maksudnya?” jawab suster jaga.
                  “Baru  saja  ibu  saya  video  call  bicaranya  terbata‐bata,
             napasnya tersengal‐sengal, dan mengerang kesakitan,” jelas
             anakku.
                  Sulungku  yang  halus  budi  dan  penyabar  mendadak
             menjadi kasar, entahlah. Istriku sosok ibu yang lembut, penuh
             cinta, dan kasih yang tulus. Pengorbanan dan lelahnya lillah.
             Sinar  dalam  kehidupannya  mengantarnya  menjadi  sosok
             suksesnya.
                  Hampir  satu  pekan  istriku  terpapar.  Bergelut  melawan
             sakit di ruang isolasi. Tak ada kawan yang menemani. Namun,
             perjuangannya  dalam  melawan penyakit  tidak menunjukkan
             kemajuan yang berarti.
                  “Saya ikuti peraturan dengan tidak menunggui ibu saya
             di ruang isolasi, tapi kenyataannya seperti ini,” lanjut anakku
             sedikit marah.
                  Siang  itu  bak  di  gelap  malam  nan  sunyi.  Gadis
             berkerudung putih itu diam seribu bahasa. Tertunduk tanpa
             suara.  Gerakannya  begitu  berarti  buat  istriku.  Tugas  profesi
             mulia  yang  disandangnya,  seakan  hanyut  dan  musnah.
             Entahlah…




             150 | 80 Cerpenis MediaGuru
   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167