Page 165 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 165

berakhir malam. Doa tak henti kurapalkan agar dia segera diberi
              kesembuhan.
                   Hari demi hari kulalui dengan hati hampa. Belahan jiwaku
              tak kunjung membaik. Rasa was‐was menghantui pikiranku.
                   Tatkala senja merah memancarkan sinarnya. Bunyi beduk
              bersahut‐sahutan, gema takbir dikumandangkan. Mestinya aku
              bahagia  menyambutnya  bersama  belahan  jiwa  tercinta.
              Namun,  aku  tak  berdaya  menerima  kenyataan  manakala
              belahan jiwaku pergi untuk selama‐lamanya. Membawa segala
              kebahagian  dan  semua  kisah  indah  yang  pernah  kurajut
              bersamanya.
                   Beberapa purnama kemudian, dalam kesendirian kududuk
              di teras rumah. Kulihat senja muncul menampakkan warnanya
              yang  indah.  Mengingatkan  aku  akan  cintaku  padanya.  Cinta
              yang  kurajut  bukan  cinta  biasa,  namun  cinta  sejati  yang
              kubangun dengan indah.


                               Profil Pengarang



                  Machsunah seorang guru SMPLB Tunarungu Karya Mulia
              Surabaya.  Mulai  berkarir  di  SLB  pada  1986.  Sebagai  penulis
              naskah video pembelajaran di BPMTP Sidoarjo dan UPT TIKP
              Dinas  Pendidikan  Provinsi  Jawa  Timur.  Pada  2005  menjadi
              juara III Guru Dedikasi tingkat Provinsi Jawa Timur.









                                 Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 153
   160   161   162   163   164   165   166   167   168   169   170