Page 169 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 169

Tergerus Asa

                                    Oleh: Muliati



              S
                    iang itu kuperhatikan Afri sendiri menyendiri di sudut
                    ruangan  perpustakaan.  Tiap  sebentar  ia  melirik  ke
                    arahku.  “Ada  apa  dengan  dia,  ya?”  batinku  sambil
              memperhatikannya dari jauh.
                  Anak ini jarang ke perpustakaan. Mengapa hari ini muncul
              di  sini?  Ia  masih  memandangku.  Aku  memang  sering  ke
              perpustakaan. Jika jam istirahat, kalau siswa tak menemukan
              aku di kantor, mereka pasti mencari di perpustakaan.
                   Kegelisahan tampak di wajahnya. Mukanya yang mungil
              dan panjang tampak lebih kusut. Ia melirik lagi padaku. Apa
              yang harus kulakukan? Aku mencoba mendekatinya.
                  “Kamu menunggu seseorang, Nak?” tanyaku padanya.
                  “Tidak, Bu,” katanya.
                  Sambil  menunduk  kemudian  melihat  ke  arah  deretan
              buku yang bertengger di lemari buku di perpustakaan itu. Ada
              sesuatu yang membebani pikirannya.
                   “Dari tadi Ibu lihat kamu mojok di sana. Membaca buku
              juga tidak,” kataku lagi.
                   “Yuk masuk ke kelas. Bel sudah berbunyi. Jika ada yang
              mau diceritakan sama Ibu, temui Ibu pulang sekolah,” kataku
              sambil melangkah ke kelas yang akan aku masuki.
                   Aku lihat ke belakang kembali. Ternyata ia masih melihat
              ke arahku. “Ada apa, ya?” batinku bertanya terus. Sepertinya
              ada sesuatu yang mau diceritakannya.


                                 Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 157
   164   165   166   167   168   169   170   171   172   173   174