Page 173 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 173
Lelahmu Telah Usai
Oleh: Nadya
T
ertatih wanita tua itu melangkahkan kaki menyusuri
tiap yang dia lewati. Matahari membakar kulit keriput
di sekujur tubuhnya yang mulai ringkih . Keranjang kue
berada di kiri dan kanan pergelangan tangannya. Terasa berat
karena hingga matahari berada di puncak kepala, kue yang
dia jual masih banyak tersisa.
Mak Cah, seorang wanita tua juga tuli. Dua tahun lalu,
suami yang dia sayangi terimpit runtuhan bangunan yang
belum kokoh. Suaminya adalah seorang kuli bangunan. Sejak
itu, Pak Amat lumpuh hanya bisa terbaring di dipan tua
dengan kasur tipis. Dia memiliki dua orang anak, yang tertua
bernama Sumi. Janda dua anak yang ditinggal suaminya ke
negeri seberang menjadi TKI. Hingga kini, tak ada kabar
berita. Anak Mak Cah yang paling kecil, masih SMP. Sehari‐
hari juga membantu dengan menjadi pedagang asongan di
pertigaan lampu merah. Sumi bekerja dengan menerima
cucian dari tetangga sekitar.
Sebelum datangnya covid‐19, Mak Cah menggelar kue‐
kuenya di Pasar Flamboyan, bersama pedagang sayur lainnya.
Tetapi, dengan meningkatnya kasus covid‐19 dan berlakunya
PSBB, Mak Cah terpaksa menjual kue‐kuenya secara
berkeliling.
Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 161

