Page 171 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 171

Pukul 13.00 selesai salat Zuhur, aku ingin merebahkan diri
              di  tempat  tidur  yang  akan  membawaku  terlelap  dan
              melepaskan kepenatan. Kuambil gawai dan kubuka WA grup
              sekolah.
                   “Innalillahi wa innailahi rojiun. Telah meninggal anak kita
              David dan mantan anak kita Afria tadi malam pukul 20.00 di
              Simpang Gurun.“
                   Aku  langsung  lemas.  Tak  disangka,  pertemuanku  satu
              minggu yang lalu adalah pertemuan yang terakhir dengannya.
              Dia  datang  ke  sekolah  dan  mencariku  ke  kelas.  Katanya  dia
              rindu  denganku.  Dia  pun  mengantarku  pulang.  Sepanjang
              perjalanan  aku  menanyakan  tentang  sekolahnya.  Aku
              menasihatinya  agar  berubah  total  dan  tidak  main‐main  lagi.
              Dia pun berjanji. Kini dia pergi untuk selamanya.
                  “Selamat jalan anakku, semoga diampuni dosa‐dosamu.”




























                                 Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 159
   166   167   168   169   170   171   172   173   174   175   176