Page 168 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 168

Beberapa  menit  kakiku  cukup  baikan.  Kami  melangkah
             keluar  ruangan  menuju  kantin  untuk  mengisi  perut  yang
             memberontak meminta asupan energi. Lagi‐lagi Doni lewat di
             hadapanku. Kini aku berusaha untuk tidak tersandung kursi.
             Sedikit  gugup  aku  mencoba  tenang  membawa  mangkuk
             berisi  bakso  favoritku.  Sedangkan  Mila  telah  menunggu  di
             salah satu meja yang telah dia tempati. Tampak kebencian di
             wajah Doni saat tak sengaja melirikku. Lisanku bisu. Mata dan
             hati  sulit  diajak  kompromi.  Hanya  desahan  napas  panjang
             penanda pelik yang terjadi.
                  Aku  hanya  makhluk  yang  punya  rasa  cinta  pada
             seseorang.  Tapi,  kenapa  Doni  begitu  benci  padaku.  Benci
             padaku  yang  mencintainya.  Sampai  saat  ini  aku  tak  tahu
             jawabannya. Aku tak ambil pusing. Cukup bagiku merasakan
             cinta  ini.  Mengaguminya  dari  jauh. Terpenting Doni  bahagia
             aku pun bahagia. Cinta tak bisa dipaksakan. Cinta tak harus
             memiliki dan  cinta  tetaplah  cinta  yang  hanya bisa  dirasakan

             oleh hati.

                              Profil Pengarang



                 Maemunah,  S.Ag.,  M.Pd.  ia  lahir  di  Serang,  pada  9  Juni
             1969.  Lulusan  dari  UHAMKA  Jakarta,  jurusan  Administrasi
             Pendidikan.  Saat  ini  dia  dinas  sebagai  pengawas  SMP  Kota
             Cilegon.    Dia     bisa    dihubungi     melalui     email.
             my.maemunah.09@gmail,comdan no HP 08176706325.




             156 | 80 Cerpenis MediaGuru
   163   164   165   166   167   168   169   170   171   172   173