Page 156 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 156
“Pak, semua sudah aku simpan di file, seperti yang Bapak
minta.”
“Kamu mendapatkan informasi tentang mereka?”
“Dapat Pak, Alhamdulillah. Ada kabar baik juga, Pak,”
ujar pegawai itu tak sabar.
“Kabar baik apa?” tanya Mardi penasaran.
“Adik perempuan Bapak, dia seorang guru. Anaknya baru
saja dilantik di IPDN.”
“Oh ya, kok kamu bisa tahu sejauh itu?” tanya Mardi.
“Apa sih yang nggak bisa di zaman sekarang, Pak.”
“Oh ya, aku juga penasaran.” Mardi lekas berjalan
menuju ruangan administrasi di showroom mobilnya itu.
Mardi penasaran tentang adik bungsu dan anaknya yang
sudah besar. Selama itukah dia meninggalkan kampung
halamannya?
Pesawat yang membawanya dari Samarinda sudah
mendarat di Bandara Soekarno Hatta. Mardi menunggu
setengah jam lagi untuk naik pesawat menuju Padang.
Semoga nanti dengan bantuan Geogle Maps dia mendapat
panduan arah pulang.
“Maaf, permisi, saya mau cari rumahnya Ratna,” tanya
Mardi ragu‐ragu di kedai dekat lapangan desa.
“Ratna? Yang ibu kepala sekolah itu?” tanya balik orang
di kedai.
Beberapa orang saling berpandang. Ada yang diam‐diam
mengamati Mardi dari kepala sampai ujung kaki. Ada yang
berbisik‐bisik kiri‐kanan.
“Iya,” jawab Mardi ragu.
144 | 80 Cerpenis MediaGuru

