Page 152 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 152
“Nggak tahu apa kalo hati ini lagi gak enak. Walau gak
ada yang pernah menyicipi sih.” Tentu saja kalimat itu tidak
sampai diutarakan di depan Diyan tamunya itu, melainkan
hanya di hatinya saja.
"Begini Mbak, memang benar kalau hubungan Mbak
dengan Mas Gun sedang nggak harmonis?" Diyan tanpa basa‐
basi mengutarakan kumpulan pertanyaan yang beberapa hari
belakangan ini mondar‐mandir di pikirannya.
Kalau kalian ingin tahu siapa Gunawan, dia adalah suami
Hayati yang sudah tujuh kali pergantian kalender menemani
setiap gerak langkah Hayati. Kecuali ke kamar mandi atau ke
kelurahan tempat Hayati bekerja.
Tapi, itu dulu. Semenjak karir Gunawan meroket walau
bukan ke angkasa. Dia sudah tak lagi selalu ada untuk Hayati.
Pergi pagi‐pagi sekali mendahului sang mentari terbit dan
kembali pulang ketika seluruh penghuni kompleks sudah
terlelap. Jabatannya sebagai salah satu staf direksi di sebuah
perusahaan asing yang susah disebut namanya itu, telah
menghabiskan seluruh waktu dan perhatiannya. Gunawan
begitu sibuk atau sengaja menyibukan diri. Mencari kegiatan
pelarian dari kisruh yang ada pada rumah tangganya.
"Gitu deh, Yan." Sambil terdengar jelas helaan napas
panjang mengiringi ucapannya itu.
"Yang sabar ya, Mbak. Mungkin kalau ada buah hati di
antara kalian, Mas Gun nggak seperti ini. Ucapan Diyan tadi
kembali mengoyak hati Hayati. Laksana koyakan kain yang
sudah lapuk.
Setelah sekian lama waktu berlalu, belum juga hadir
makhluk kecil di tengah keluarganya. Hal itu menambah
140 | 80 Cerpenis MediaGuru

