Page 147 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 147

Lastri

                                 Oleh: Kur Asriatun



              L
                    angit  tertutup  mendung  hitam.  Menghalangi  senja
                    pantai  tunjukkan  keindahannya.  Suram,  kata  yang
                    pantas  untuk  mendefinisikan  pantai  di  depan  Teguh
              saat  ini.  Lelaki  gagah  itu  kembali  harus  merelakan
              petualangan cintanya kandas untuk yang ke sekian kalinya.
                  Langit semakin kelam, ombak semakin meninggi. Namun,
              Teguh  masih  enggan  pergi.  Tampak  di  kejauhan  seorang
              gadis dengan rambut hitam terurai berjalan mendekatinya.
                  “Lastri,” bisik Teguh menyebut nama gadis berkulit sawo
              matang  yang  sekarang  berdiri  di  sampingnya.  Gadis  itu
              seakan  tahu  gundah  di  hati  Teguh.  Dia  selalu  hadir  saat
              permasalahan  datang  di  hidupnya.  Lastri  adalah  sahabat
              terbaiknya sejak kecil. Dahulu, mereka biasa bermain di tepi
              pantai ini dengan gembira.
                  Sejenak  hanya  angin  yang  berembus  melewati  mereka.
              Mengantarkan udara asin pada bibir mereka satu sama lain.
              Kini, mereka beranjak dewasa. Ikatan persahabatan itu tetap
              kuat  dan  mulai  merubah  arah  menuju  suatu  yang  terlihat
              lebih  indah.  Sesuatu  yang  biasa  disebut  cinta.  Entah  kapan
              bermulanya  mereka  merasakannya.  Namun,  masing‐masing
              mereka tak pernah mengatakannya. Bagi Lastri, lelaki tampan
              di sampingnya saat ini seperti langit. Terlihat mengagumkan,
              namun tak tergapai.




                                 Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 135
   142   143   144   145   146   147   148   149   150   151   152