Page 153 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 153
daftar alasan bagi Gunawan untuk jarang di rumah dan mulai
mengabaikan dirinya. Kini dia lebih sibuk di kantor daripada
harus berlama‐lama di rumah walau di akhir pekan sekalipun.
"Eh, kok jadi ngelamun terus dari tadi! Maaf ya, Mbak.
Aku pulang ya, kalau gitu." Akhirnya Diyan pun pamit dari
kediaman Hayati yang hanya disahuti dengan anggukan saja.
Sepulangnya Diyan, Hayati masuk ke kamarnya dan
kembali terbenam dalam porak‐poranda kamarnya. Persis
dengan suasana hati yang makin tak menentu. Meratapi diri,
menjalani akhir pekan sendiri lagi karena belahan jiwanya
sedang mencari pelarian di luar sana.
Entah sampai kapan kesunyian hatinya bisa terobati.
Kembali ke masa indah saat Gunawan masih sebagai staf
biasa di kantornya. Dan masa saat Gunawan masih
mengharap hadirnya para junior mereka. Entah sudah berapa
dentingan perputaran jarum jam Hayati melamun dan
mengasihani dirinya sendiri. Yang pasti, sang rembulan sudah
menaungi langit malam ini dan dia tertidur dalam lelah
hayatinya.
Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 141

