Page 11 - Revisi 5 E-Modul Taksonomi Tumbuhan Berbasis CRT
P. 11
1.2.2 Sejarah dan Perkembangan Taksonomi Tumbuhan
Perkembangan taksonomi tumbuhan menunjukkan transformasi dari sistem
klasifikasi yang bersifat subjektif menuju sistem yang berbasis bukti evolusi.
Menurut Linnaeus (1753); Chase et al. (2016); Tjitrosoepomo (2017) secara
detail, sejarah taksonomi tumbuhan dapat dipetakan pada Gambar 1.1 berikut.
Sistem Artifisial (Abad ke-18)
Tokoh: Carolus Linnaeus
Dasar: subjektif dan praktis
Karakteristik: satu atau dua ciri morfologi yang mudah diamati
Sistem Alamiah (Abad ke-18 - 19)
Tokoh: de Jussieu dan de Candolles
Dasar: deskriptif
Karakteristik: sebanyak mungkin karakter morfologi untuk
melihat kemiripan bentuk secara keseluruhan
Sistem Filogenetik (Abad ke-19 - 20)
Tokoh: Engler & Prantl, Bessey
Dasar: evolusioner
Karakteristik: hubungan kekerabatan dan sejarah evolusi antar
takson pasca-teori Darwin
Sistem Modern-
Angiosperm Phylogeny Group (APG) (Abad ke-21)
Sistem: APG IV
Dasar: molekuler dan genetik
Karakteristik: analisis filogenetik dari urutan DNA
Gambar 1.1 Sejarah Taksonomi Tumbuhan
Menurut Davis & Heywood (1963), ada 4 tahapan perkembangan taksonomi
yaitu:
1. Fase eksplorasi
Fase eksplorasi atau fase pionir merupakan tahap awal taksonomi tumbuhan
yang berfokus pada inventarisasi tumbuhan di muka bumi. Pada fase ini,
identifikasi tumbuhan didasarkan pada koleksi herbarium yang terbatas,
dengan morfologi dan distribusi sebagai acuan utama.
2. Fase konsolidasi
Fase ini disebut fase sistematika, ditandai studi lapangan yang dilakukan
secara intensif dan tersedianya koleksi herbarium yang lebih lengkap. Pada
tahap ini, banyak tumbuhan yang sebelumnya dianggap sebagai jenis tersendiri
pada fase eksplorasi direvisi sebagai variasi dari jenis lain, sekaligus
ditemukannya jenis-jenis baru.
2 E-modul Taksonomi Tumbuhan

