Page 9 - Revisi 5 E-Modul Taksonomi Tumbuhan Berbasis CRT
P. 9

PENDEKATAN CRT





                    Pendekatan  Culturally  Responsive  Teaching  (CRT)  adalah  pendekatan
              pembelajaran  yang  mengaitkan  materi  perkuliahan  dengan  pengalaman,
              pengetahuan,  dan  budaya  lokal  mahasiswa.  Pada  e-modul  Taksonomi
              Tumbuhan  ini,  pendekatan  CRT  digunakan  untuk  membantu  mahasiswa
              memahami  konsep  taksonomi  tidak  hanya  sebagai  pengetahuan  ilmiah,  tetapi
              juga  sebagai  bagian  dari  kehidupan  dan  budaya  masyarakat.  Pendekatan  ini
              mengajak  mahasiswa  untuk  mengeksplorasi  pengetahuan  lokal  tentang
              tumbuhan,  seperti  pemanfaatan  tumbuhan  sebagai  obat  tradisional,  pangan
              lokal,  dan  bagian  dari  ritual  atau  tradisi  adat.  Pengalaman  budaya  tersebut
              kemudian  dikaitkan  dengan  konsep  ilmiah  taksonomi  tumbuhan,  sehingga
              pembelajaran menjadi lebih bermakna, kontekstual, dan mudah dipahami.
                      Pendekatan  CRT  dalam  e-modul  Taksonomi  Tumbuhan  ini  mengacu  pada
              kerangka kerja yang terdiri atas empat aspek utama, yaitu membangun inklusi,
              mengembangkan  sikap  positif,  menumbuhkan  kompetensi,  dan  meningkatkan
              makna.  Aspek  membangun  inklusi  diwujudkan  dengan  memberikan  ruang
              kepada  mahasiswa  untuk  berbagi  pengetahuan  lokal  tentang  tumbuhan  dari
              daerah  asal  masing-masing,  termasuk  nama  lokal,  pemanfaatan,  dan  makna

              budaya  tumbuhan.  Aspek  mengembangkan  sikap  positif  diterapkan  melalui
              integrasi  konsep  ilmiah  dengan  praktik  budaya,  mahasiswa  didorong  untuk
              memandang  taksonomi  bukan  sebagai  hafalan  istilah  ilmiah,  tetapi  sebagai
              ilmu yang relevan dengan kehidupan dan budaya masyarakat.
                        Aspek  menumbuhkan  kompetensi  diwujudkan  dengan  melatih  mahasiswa
              untuk  mengidentifikasi,  mengklasifikasi,  dan  penamaan  ilmiah  tumbuhan  yang
              dikenal dalam budaya lokal. Aspek meningkatkan makna dicapai dengan latihan
              studi  kasus  berbasis  budaya  lokal  yang  mendorong  mahasiswa  untuk
              merefleksikan  peran  taksonomi  dalam  menjaga  keberlanjutan  sumber  daya
              tumbuhan.    Dengan  demikian,  pembelajaran  tidak  hanya  meningkatkan
              pemahaman  konsep,  tetapi  juga  menumbuhkan  literasi  budaya,  kemampuan
              pemecahan masalah, serta sikap  konservasi flora.



























                                                             ix E-modul Taksonomi Tumbuhan
   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14