Page 10 - Revisi 5 E-Modul Taksonomi Tumbuhan Berbasis CRT
P. 10

BAB I.  PENGANTAR TAKSONOMI

                                               TUMBUHAN




                    1.1 TUJUAN PEMBELAJARAN





                        Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan dapat:
                1.Menjelaskan definisi taksonomi tumbuhan;
                2.Menguraikan sejarah dan perkembangan taksonomi tumbuhan;
                3.Menjelaskan hubungan taksonomi dengan ilmu lain.





                      1.2 URAIAN MATERI



              1.2.1 Definisi Taksonomi Tumbuhan
                    Istilah taksonomi pertama kali diperkenalkan oleh A.P. de Candolle, seorang
              ahli botani asal Swiss yang bekerja di Herbarium Jenewa, untuk merujuk pada
              teori  tentang  klasifikasi  tumbuhan  (Rideng,  1989).  Secara  etimologis,  kata
              taksonomi  berasal  dari  bahasa  Yunani,  yaitu  táxon  yang  berarti  unit  atau
              kelompok,  dan  nómos  yang  berarti  hukum  atau  aturan.  Dengan  demikian,
              taksonomi  dapat  diartikan  sebagai  seperangkat  hukum  atau  prinsip  yang
              digunakan untuk menempatkan makhluk hidup ke dalam kelompok atau takson

              tertentu.
                    Taksonomi  tumbuhan  merupakan  cabang  ilmu  biologi  yang  mempelajari
              prinsip,  metode,  dan  aturan  dalam  mengidentifikasi,  mengelompokkan,  serta
              menempatkan  tumbuhan  ke  dalam  takson  berdasarkan  persamaan  dan
              perbedaan  karakteristiknya.  Secara  spesifik,  taksonomi  tumbuhan  mencakup
              tiga aktivitas utama, yaitu identifikasi, penamaan (nomenklatur), dan klasifikasi
              tumbuhan  berdasarkan  hubungan  kekerabatan  atau  kesamaan  karakteristik
              (Simpson, 2019).
                    Taksonomi tumbuhan adalah bertujuan untuk memahami, mendeskripsikan,
              dan  mengomunikasikan  keanekaragaman  tumbuhan  secara  ilmiah.  Selain  itu,
              taksonomi  tumbuhan  berperan  penting  sebagai  dasar  bagi  berbagai  bidang
              ilmu lain, seperti ekologi, konservasi, pertanian, farmasi, dan etnobotani. Dalam
              perspektif  modern,  taksonomi  tumbuhan  tidak  dipandang  sebagai  sistem
              pengelompokan  yang  bersifat  statis,  melainkan  sebagai  sistem  yang  dinamis

              dan  terus  berkembang  seiring  dengan  kemajuan  ilmu  pengetahuan.  Integrasi
              data  morfologi,  anatomi,  dan  molekuler  memungkinkan  sistem  klasifikasi
              tumbuhan  merefleksikan  sejarah  evolusi  serta  hubungan  filogenetik  antar
              kelompok tumbuhan secara lebih akurat (Stace, 2021).






                                                            1   E-modul Taksonomi Tumbuhan
   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15