Page 36 - Revisi 5 E-Modul Taksonomi Tumbuhan Berbasis CRT
P. 36

2. Anthoceropsida (lumut tanduk)
                     Berdasarkan bentuk tubuhnya, lumut tanduk memiliki klasifikasi yang jelas.
              Struktur  yang  dimiliki  lumut  tanduk  dicirikan  adanya  sporofit  yang  memiliki
              bentuk  tanduk,  serta  organ  seksual  yang  disebut  dengan  talus.  Habitat
              tumbuhan lumut tanduk yaitu pada tepian danau, tepian sungai dan di selokan.
              Bentuk  struktur  tubuh  pada  lumut  ini  menyerupai  lumut  hati,  letak
              perbedaannya terdapat pada sporofitnya. Lumut tanduk memiliki sporofit yang
              berbentuk kapsul memanjang kemudian tumbuh menyerupai tanduk.
                   Organ reproduksi lumut tanduk tertanam di dalam jaringan gametofit pada
              sisi  dorsal.  Gametofit  lumut  ini  berbentuk  cakram,  bersifat  dorsiventral
              sehingga dapat dibedakan antara bagian dorsal (punggung) dan ventral (perut),
              serta  tidak  memiliki  sisik.  Pada  bagian  ventral  terdapat  rizoid  yang  halus
              menyerupai  rambut  sebagai  alat  melekat.  Sporofit  pada  lumut  tanduk  hanya
              tersusun  atas  bagian  kaki  dan  kapsul,  tanpa  adanya  seta.  Kapsul  berbentuk
              silindris  dengan  panjang  mencapai  beberapa  sentimeter.  Pada  pengamatan
              irisan melintang kapsul tampak adanya sekumpulan sel steril di bagian tengah

              yang  disebut  kolumela.  Kolumela  tersebut  dikelilingi  oleh  silinder  berongga
              yang  berisi  elatera  dan  spora,  yang  umumnya  berbentuk  tetraspora.  Elatera
              memanjang  sepanjang  kapsul  dan  berperan  dalam  membantu  penyebaran
              spora.  Bagian  terluar  kapsul  tersusun  atas  sel-sel  epidermis  sebagai  dinding
              kapsul dan umumnya dilengkapi dengan stomata.
                      Secara  seksual,  lumut  tanduk  bereproduksi  dengan  membentuk  anteridium
              dan  arkegonium.  Anteridium  dan  arkegonium  umumnya  terkumpul  pada
              lekukan  di  permukaan  atas  talus.  Zigot  yang  terbentuk  mula-mula  membelah
              menjadi  dua  sel  yang  dipisahkan  oleh  dinding  melintang.  Sel  bagian  atas
              selanjutnya  mengalami  pembelahan  dan  berkembang  menjadi  sporogonium,
              sedangkan sel bagian bawah terus membelah membentuk kaki yang berfungsi
              sebagai  alat  pengisap.  Ketika  sporogonium  telah  matang,  kapsul  akan  pecah
              menyerupai  buah  polong  dan  melepaskan  jaringan  yang  tersusun  atas
              beberapa  deretan  sel-sel  mandul  yang  diselubungi  oleh  jaringan  penghasil

              spora.
                    Lumut  tanduk  hanya  terdiri  dari  satu  ordo  yaitu  Anthocerotale.  Ordo
              Anthocerotales merupakan kelompok lumut tanduk yang memiliki ciri khas baik
              pada fase gametofit maupun sporofit. Gametofit berbentuk talus pipih, bersifat
              dorsiventral,  dan  umumnya  berwarna  hijau  tua.  Setiap  sel  talus  biasanya
              mengandung satu kloroplas besar yang dilengkapi dengan pirenoid. Talus tidak
              memiliki  sisik,  tetapi  dilengkapi  rizoid  uniseluler  sebagai  alat  melekat  pada
              substrat.
                    Ordo Anthocerotales mencakup beberapa species, diantaranya: Anthoceros
              leavis,  Anthoceros  fusiformis,  Notothylas  valvata,  Anthoceros  tjibodensis,
              Notothylas      javanicus,     Dendroceros       acutilobus,     Dendroceros       difficilis,
              Dendroceros  cavernosus,  Dendroceros  javanicus,  Anthoceros  punctatus,
              Phaeoceros leavis.




                                                           27   E-modul Taksonomi Tumbuhan
   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41