Page 33 - Revisi 5 E-Modul Taksonomi Tumbuhan Berbasis CRT
P. 33
5.2.3 Klasifikasi Bryophyta
Divisio Bryophyta dibagi menjadi tiga classis, yaitu Hepaticopsida (lumut
hati), Anthocerotopsida (lumut tanduk), dan Bryopsida (lumut sejat)
(Tjitrosomo, 1984).
1. Hepaticopsida (lumut hati)
Hepaticopsida merupakan kelompok lumut yang dikenal sebagai lumut hati.
Kelompok ini umumnya tumbuh melekat pada batuan, permukaan tanah,
maupun dinding tua yang berada di lingkungan lembap. Tubuh lumut hati
berbentuk lembaran dengan lekukan yang menyerupai bentuk hati. Struktur
tubuhnya menunjukkan diferensiasi yang menyerupai akar, batang, dan daun,
sehingga lumut hati sering dianggap sebagai kelompok peralihan antara
tumbuhan Thallophyta dan Cormophyta. Lumut hati melekat pada substrat
dengan bantuan rizoid yang tersusun dari satu sel.
Tumbuhan ini umumnya berukuran relatif kecil, mampu melakukan
fotosintesis, bersifat multiseluler, dan dapat diamati secara langsung dengan
mata telanjang. Lumut hati memiliki dua bentuk utama, yaitu bentuk tipis dan
pipih yang tumbuh merayap dengan pola percabangan berulang yang relatif
seragam, serta bentuk yang menyerupai kormus. Pada bentuk menyerupai
kormus, terdapat sumbu utama yang memanjang dan merayap, dengan panjang
dapat mencapai beberapa inci, serta dilengkapi struktur kompleks yang
menyerupai daun. Struktur mirip daun tersebut hanya setebal satu lapis sel,
tidak memiliki tulang daun, dan umumnya tersusun dalam dua baris di sisi
kanan dan kiri sumbu yang mendatar. Selain itu, sering dijumpai barisan ketiga
berupa cuping-cuping kecil yang terletak di sepanjang bagian bawah sumbu
utama.
Perkembangbiakan lumut hati berlangsung secara generatif melalui oogami,
dan secara vegetatif melalui fragmentasi, pembentukan tunas, dan kuncup
eram. Sporofit pada kelompok ini berumur relatif singkat, bertekstur lunak, dan
tidak mengandung klorofil. Spora yang telah matang dilepaskan dari kapsul
melalui proses pemecahan kapsul menjadi empat bagian memanjang atau
lebih. Gametofit pada lumut hati dapat dibedakan menjadi dua tipe
berdasarkan bentuk tubuhnya, yaitu tipe frondose dan tipe foliose. Tipe
frondose memiliki tubuh bertalus yang dapat berupa lembaran hijau, bersisik,
atau berbentuk pita. Sementara itu, tipe foliose dicirikan oleh tubuh yang
terdiferensiasi menyerupai batang dengan susunan daun yang tersusun dalam
dua atau tiga baris.
Lumut hati umumnya hidup di lingkungan yang lembap dan memiliki struktur
tubuh higromorf yang sesuai dengan kondisi basah. Namun, pada habitat yang
kering, lumut hati menunjukkan struktur tubuh xeromorf yang berfungsi sebagai
alat penyimpan air. Sebagai tumbuhan epifit, lumut hati biasanya tumbuh
menempel pada daun-daun pepohonan di hutan tropis.
24 E-modul Taksonomi Tumbuhan

