Page 28 - Revisi 5 E-Modul Taksonomi Tumbuhan Berbasis CRT
P. 28
4.2.5 Sistem Tatanama Binomial
Tatanama binomial merupakan aturan penamaan baku bagi semua
organisme (makhluk hidup) yang terdiri dari dua kata dari sistem taksonomi,
dengan mengambil nama genus dan nama species epithet. Nama yang dipakai
adalah nama baku yang diberikan dalam bahasa Latin atau bahasa lain yang
dilatinkan. Nama ilmiah seringkali disebut sebagai "nama latin" meskipun
istilah ini tidak tepat sepenuhnya, karena sebagian besar nama tersebut bukan
berasal dari bahasa Latin asli, melainkan dilatinkan oleh ilmuwan yang pertama
kali mempublikasikan nama ilmiah suatu takson secara sah (author).
1. Aturan penulisan
Aturan penulisan nama ilmiah dalam sistem tatanama binomial adalah
sebagai berikut.
Setiap nama ilmiah terdiri atas dua kata, kata pertama menunjukkan genus,
ditulis dengan huruf awal kapital. Kata kedua menunjukkan species epithet,
ditulis dengan huruf kecil. Keduanya ditulis miring (italic) atau
digarisbawahi jika ditulis tangan. Contoh: Colocasia esculenta
Penulisan nama tidak mengikuti tipografi yang menyertainya, artinya suatu
teks yang semuanya menggunakan huruf kapital/balok, misalnya pada judul
suatu naskah, tidak menjadikan penulisan nama ilmiah menjadi huruf
kapital semua. Contoh: PENGARUH PUPUK ORGANIK TERHADAP
PERTUMBUHAN Oryza sativa
Nama singkatan dari author boleh diberikan di belakang nama species, dan
ditulis dengan huruf tegak atau tanpa garis bawah (jika tulisan tangan).
Contoh: Phaseolus max L. (L. adalah singkatan dari Carl Linnaeus, ilmuwan
yang pertama kali mempublikasikan nama ilmiah species ini secara sah).
Jika suatu species digolongkan dalam genus yang berbeda dari yang
berlaku sekarang, nama author ditulis dalam tanda kurung. Contoh: Glycine
max (L.) Merrill (Elmer Drew Merrill adalah ahli botani yang memindahkan
species ini ke genus Glycine dan menetapkan nama yang berlaku saat ini).
Penulisan teks yang menyertakan nama umum, nama ilmiah biasanya
menyusul dan diletakkan dalam tanda kurung. Contoh: PENGARUH
PEMBERIAN AIR CUCIAN BERAS TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN
TOMAT (Solanum lycopersicum)
Nama ilmiah ditulis lengkap apabila disebutkan pertama kali. Penyebutan
selanjutnya cukup dengan mengambil huruf awal nama genus dan diberi
titik lalu nama species secara lengkap. Contoh: Oryza sativa merupakan
tumbuhan yang memiliki peran penting dalam ketahanan pangan. Oleh
karena itu, konservasi O. sativa, melalui pelestarian varietas lokal, sangat
diperlukan untuk menjaga keberlanjutan produksi.
Singkatan "sp." digunakan jika nama species tidak dapat atau tidak perlu
dijelaskan. Singkatan "spp." merupakan bentuk jamak. Contoh: Dioscorea
sp., berarti satu jenis dari genus Dioscorea; Lilium spp., berarti jenis-jenis
Lilium.
19 E-modul Taksonomi Tumbuhan

