Page 29 - Revisi 5 E-Modul Taksonomi Tumbuhan Berbasis CRT
P. 29
2. Cara Penulisan Nama Tingkatan Takson
Tabel berikut menyajikan cara penulisan nama pada berbagai tingkatan takson
sesuai dengan kaidah tatanama tumbuhan.
Tabel 4.2 Contoh Penulisan Unit-unit Takson
Tingkatan Cara Penulisan Contoh
Takson
Ditulis dengan huruf awal kapital, tidak dicetak
Divisio Magnoliophyta
miring, dan berakhiran phyta
Ditulis dengan huruf awal kapital, tidak dicetak
Classis Magnoliopsida
miring, dan berakhiran opsida
Ditulis dengan huruf awal kapital, tidak dicetak
Ordo Piperales
miring, dan berakhiran ales
Ditulis dengan huruf awal kapital, tidak dicetak
Familia Piperaceae
miring, dan berakhiran aceae
Genus Ditulis dengan huruf awal kapital Piper
Ditulis dengan tata nama binomial; nama genus
Species diawali huruf kapital, species ephitet huruf kecil, Piper betle
dan keduanya dicetak miring
Nama penemu Jika dicantumkan, ditulis setelah nama species
(author) dan tidak dicetak miring Piper betle L.
4.3 TUGAS
Sebagai kelanjutan dari kegiatan klasifikasi tumbuhan berdasarkan ciri
morfologi, mahasiswa diminta melakukan penentuan dan penulisan tatanama
tumbuhan pada spesimen yang telah diklasifikasikan.
Kegiatan tatanama dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1.Menentukan nama ilmiah (binomial) setiap tumbuhan hasil klasifikasi
berdasarkan sumber rujukan yang relevan (buku flora, monografi, atau
sumber ilmiah tepercaya).
2.Menuliskan nama ilmiah tumbuhan sesuai dengan aturan ICBN.
3.Mencantumkan nama lokal tumbuhan dan membandingkannya dengan nama
ilmiah.
4.Menyajikan hasil tatanama dalam bentuk Tabel yang memuat nama lokal,
nama ilmiah, tingkat takson (divisio, classis, ordo, familia, genus, species),
serta sumber rujukan.
5.Mendiskusikan hasil penentuan tatanama dalam kelompok dan menarik
kesimpulan mengenai peran tatanama ilmiah dalam menjembatani
pengetahuan lokal dan ilmu pengetahuan modern.
20 E-modul Taksonomi Tumbuhan

