Page 144 - BUKU PERDEBATAN PASAL 33 DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
P. 144

DEBAT MENGEMUKA
                               PADA PERUBAHAN KETIGA



                  kepada wakil-wakil rakyat apakah akan membiarkan
                  hal-hal seperti itu konstitusional.
                        Sekarang kansnya besar sekali bagi Bapak-
                  bapak dan Ibu-ibu untuk membuatnya tidak
                  konstitusional kalau memang hati nurani itu
                  berbicara. Untuk mengatur ekonomi rakyat saya
                  kira tidak cukup dengan Pasal 33 dan 34. Pasar perlu
                  diatur supaya pro rakyat.
                        Kemudian satu lagi adalah masalah intervensi
                  negara  terhadap  pasar  itu  barangkali,  bisa  diatur
                  sendiri atau bisa diatur dalam Pasal atau Bab
                  tersendiri tentang pasar, saya melihat itu dari segi
                  demokrasi ekonomi, hanya kebijakan fiskal saja yang
                  diatur oleh UUD dan itupun baru separuh.
                        Kemudian masalah moneter tidak ada landasan
                  konstitusionalnya,  kemudian  manajemen  pasar  dan
                  intervensi oleh negara terhadap alokasi sumber
                  daya ekonomi di dalam masyarakat itu juga tidak ada
                  landasan konstitusionalnya sama sekali.
                        Jadi, kesimpulannya UUD itu lebih banyak
                  mengarur secara  centaris paribus  bagi demokrasi
                  ekonomi dan kenyataannya juga itu belum
                  menghasilkan dalam realitas, sementara demokrasi
                  itu sendiri landasan konstitusionalnya sangat minim
                  sekali, sehingga freedom bagi para pelaku ekonomi
                  untuk melakukan apa saja di republik ini sangat
                  besar. Cenderung sangat pro kepada yang kuat.
                        Satu hal yang barangkali mengenai pasar,
                  itu barangkali perlu sekali diatur, dikapling, antara
                  kekuatan ekonomi dengan kekuatan politik.
                  Kekeliruan Orde Baru adalah bahwa mereka


                                       83
   139   140   141   142   143   144   145   146   147   148   149