Page 27 - BUKU PERDEBATAN PASAL 33 DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
P. 27

Susanto Polamolo
            Elnino M. Husein Mohi
            PERDEBATAN PASAL 33
            DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945


            1949 sampai tahun 1965. disebabkan karena Pemerintahan
            waktu itu mengahadapi infrastruktur perekonomian yang rusak
            berat. Ini sejalan dengan diagnosa  yang ditulis Mubyarto. 19
                 18

                  1.  1945-1952: Ekonomi Perang dan Gerilya;
                     Pembumihangusan     prasarana   ekonomi,
                     ekonomi dualistik;
                  2.  1952-1959: Pembangunan Ekonomi Nasional.
                     Kelahiran perusahaan-perusahaan negara
                     hasil ambil alih;
                  3.  1959-1966: Ekonomi Terpimpin. Perekonomian
                     memburuk karena politik menjadi panglima;


                  Dari situ Mubyarto menilik lebih lanjut:


                        Tidak banyak  yang bisa disebutkan dalam
                  kemajuan bidang ekonomi pada 7 tahun pertama
                  kemerdekaan, karena justru berbagai prasarana
                  ekonomi dibumihanguskan oleh rakyat dan tentara
                  gerilya, agar ekonomi dan politik penjajahan
                  terganggu…sistem perekonomian pada periode
                  1945-1952 ini masih merupakan ekonomi dualistik
                  yang didominasi oleh ekonomi penjajahan…kabinet
                  pertama setelah pengakuan kemerdekaan di bawah
                  pimpinan Perdana Menteri Hatta sebenarnya lebih
            18  Jan Luiten van Zanden dan Daan Marks, Ekonomi Indonesia 1800-2010: Antara Drama dan
               Keajaiban Pertumbuhan, Jakarta: Kompas, 2012.
            19  Lihat uraian dalam Mubyarto, Ekonomi Pancasila: Lintasan Pemikiran Mubyarto, Yogyakarta:
               Aditya Media, 1997, hlm. 153-154. Bandingkan juga dengan disertasi yang kemudian
               diterbitkan, Mohtar Mas’oed, Ekonomi dan Struktur Politik Orde Baru 1966-1971, Jakarta: LP3ES,
               1989.


                                       xxvi
   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32