Page 24 - BUKU PERDEBATAN PASAL 33 DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
P. 24

CATATAN PENDAHULUAN





            yang dimaksudkan dalam disertasinya adalah suatu ideologi
            perekonomian Indonesia. Sementara dalam sudut pandang yang
            lain, menurut Dawam Rahardjo sistem ekonomi yang sah adalah
            sistem ekonomi Pancasila—sebagaimana ditegaskan secara
            normatif dalam TAP MPR-RI No. II Tahun 1998.
                  Sedangkan reinterpretasi Tarli Nugroho atas sistem ekonomi
            Pancasila juga agak sedikit berbeda. Ia memosisikan ekonomi
            Pancasila sebagai ekonomi politik sekaligus teori ekonomi,
            basis  filsafatnya  Pancasila.  Model  orde  ekonominya  adalah
            kelembagaan/kekeluargaan. Kemudian di posisi politik ekonomi
            atau politik perekonomiannya adalah ekonomi kerakyatan. Lalu
            ideologinya adalah Marhaenisme. Kalau disusun secara hirearkis
            menjadi:  Pancasila,  ekonomi   kelembagaan/kekeluargaan,
            Ekonomi Pancasila, ekonomi kerakyatan, Marhaenisme. Sebuah
            reinterpretasi progresif yang sangat menarik.
                  Skema hirearki konseptual tersebut disusun berhadap-
            hadapan dengan hirearki konseptual neoliberalisme. Berikut
            gambarannya:


               Individualisme    Filsafat/Paradigma     Pancasila
                                                      Kelembagaan/
                Kapitalisme        Orde Ekonomi
                                                       Kekeluargaan
                                  Ekonomi Politik/
                 Neoklasik                           Ekonomi Pancasila
                                   Teori Ekonomi
                Washington     Politik Ekonomi/Politik
                 Consensus         Perekonomian     Ekonomi Kerakyatan
               Neoliberalisme        Ideologi          Marhaenisme


                  Sampai di sini, persinggungan konseptual yang diuraikan
            menunjukkan bahwa konstitusi ekonomi di mana Pasal 33



                                       xxiii
   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29