Page 21 - BUKU PERDEBATAN PASAL 33 DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
P. 21

Susanto Polamolo
            Elnino M. Husein Mohi
            PERDEBATAN PASAL 33
            DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945


            konteks menggunakan istilah ekonomi Pancasila buat menyusun
            teori ekonomi baru, juga tidak sedang mengkritik suatu teori
            ekonomi, atau bukan sebuah kritik teoritik. Sebaliknya, Mubyarto
            menempatkan istilah ekonomi Pancasila dalam posisi teoritik,
            sekaligus sebuah kritik teoritik terhadap ilmu ekonomi mainstream
            neoklasik.
                  Tulisan-tulisan Emil dari tahun 1965 sampai 1979 tentang
            ekonomi Pancasila membahas ideologi dan sistem ekonomi
            tetapi dalam konteks orde ekonomi, bukan dalam konteks politik
            perekonomian. Sementara Mubyarto membahas ekonomi Pancasila
            dalam konteks politik perekonomian, di samping membahasnya
            dalam konteks keilmuan ekonomi.
                  Dalam kacamata  Tarli, dengan adanya perbedaan level
            konseptual tersebut mestinya  yang perlu  jadi  patokan adalah
            bukan pada istilah ekonomi Pancasila itu  yang sama-sama
            digunakan oleh keduanya melainkan pada pengertian istilah itu
            digunakan.
                  Kedua,  adalah  pendekatan  politik.  Ketika  istilah  itu
            dilontarkan Emil Salim dalam tulisannya di tahun 1965, istilah
            tersebut untuk mengkritik pemerintahan  yang dipimpin Bung
            Karno, terutama dalam mengelola ekonomi. Emil menganggap
            pemerintahan  Bung Karno  gagal  total.  Dengan  kata  lain,
            pandangan Emil Salim itu juga berarti  legitimasi paling awal
            terhadap Orde Baru dan langkah-langkah perekonomian  yang
            diambil rezim tersebut di kemudian hari.
                  Sebaliknya, istilah ekonomi Pancasila  yang digunakan
            Mubyarto justru sebagai kritik terhadap ekonomi Orde Baru.
            Bahkan sejak tulisan Mubyarto di Harian  Kompas tahun 1979,
            lalu dalam seminar-seminar ekonomi Pancasila (1980-1981)



                                        xx
   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26